Selaksa kisah yang terbaca dalam memoryku
Kuyakin tak mampu merekam semua sisi pengorbanan ; perjuanganmu
Berjuta kata kurasa takkan mampu mengulas semuanyaBeribu kalimat pikirku hanya menjadi perwakilan
Dari sejuta rasa untukmu
Engkau yang selalu menatap indah penuh kasih
Merangkul penuh cinta
Selalu setia mendampingi suka duka kami
Berjuang dimasa muda menyongsong masa tua
Untuk kami, tumpuan harapanmu
Rengekan nakal, engkau balas dengan celoteh
Mata terkantuk engkau tajamkan dengan kasih
Jiwa kasihmu indah dalam dekapanmu
Bulir-bulir air mata berurai
bersama senandung dalam do’amu
Walau terkadang rasa sadar terkalahkan oleh amarah
Egokah kami ?
Bilamana kekesalanmu kami balas dengan kekesalan pula
Amnesiakah kami ?
Bilamana pintamu terasa berat untuk kami patuhi
Bunda …
Mohon ma’afkan segala kekhilafan, tutur kata anakmu
Mohon ma’afkan segala kekhilafan, tutur kata anakmu
Walaupun sangat besar kemungkinan
Pintu ma’afmu telah menghampiri kami
Sebelum tutur kata ma’af
terhaturkan
Karena Surgaku, di Telapak Kakimu
Ridhomu, Ridho-Nya jua
Mohon ridhoilah kami
Agar Surga merindukan kami
Dalam asa berkumpul dalam naungan Jannah-Nya
Note : Alhamdulillaah, tergabung dalam sebuah antologi bersama karya-karya puisi yang lain pada event di salah satu grup kepenulisan "Gema Sastra"
*KA
Note : Alhamdulillaah, tergabung dalam sebuah antologi bersama karya-karya puisi yang lain pada event di salah satu grup kepenulisan "Gema Sastra"
*KA


Tidak ada komentar:
Posting Komentar