Serpihan kenangan masa kecilku seakan masih
tergambar jelas, segala pengorbananmu bernilai sejarah yang sulit terhapus dan
tak akan kubiarkan terhapus oleh jejak-jejak baru dalam rekaman memoryku.
Berbicara tentang Ayah, sosok dengan didikan luar biasa yang terkadang
membuatku segan untuk mencuri lirikan-lirikan matanya, hanya menunduk jika
telah mendengar hentakan kasih sayangnya, yah kuyakin itulah bentuk kasih
sayang.
Berbicara kenangan tak terlupa dengan Ayah,
membuatku teringat akan kisah masa kecil, begini ceritanya. Tahun 1999 Aku
telah didaftarkan ke sebuah Sekolah Negeri, menjadi awal petualangan baru dalam
hidupku, namun saking terlalu dekat dengan mama, tak ingin pisah dengan beliau
atau memang ketakutanku berhubungan dengan dunia luar, entahlah dan itu membuat
pendidikanku terhambat,jauh dari harapan orang tua,berbagai cara beliau memikirkan
hal yang harus dilakukan agar aku dapat sekolah, mengaji dengan tenang dan
rajin. Hari demi hari selalu tertanam harapan agar kiranya hari ini,aku
benar-benar telah siap untuk sekolah. Namun, setiap Bapak, kakek, atau tante
mengantarku,ketika beliau telah pulang dengan hati harap-harap cemas tiba-tiba
dari arah belakang kembali kumenyusul dengan tangisan,betapa kesal hati beliau.
Mungkin kalau kakek atau tante bersama mama dapat membujukku kembali dan
setidaknya membuatku bernafas lega namun jika Bapak yang saat itu mendapatiku,saat
beliau sedang capek-capeknya pulang kerja aku hanya bisa terdiam, tertunduk
dalam kebisuan memikirkan pelampiasan kekesalannya, pernah aku sampai
dikejar-kejar ingin dipukul. Betapa egoisnya aku saat itu entah apa yang ada
dipikiranku.
Tahun ajaran itu dibiarkan berlalu, berharap tahun
ajaran depan aku benar-benar telah siap untuk sekolah, entah mengapa rentan
waktu itu, Bapak dengan didikan yang unik sering mengajakku untuk turun melaut,
Padahal anaknya ini perempuan, mungkin untuk merasakan bagaimana perjuangan
menjadi seorang pelaut, apakah aku ingin menjadi seorang pelaut juga ? sehingga
tidak mau sekolah.
Tahun ajaran berikunya mama
mendaftarkanku kembali dalam satuan pendidikan. Kuyakin saat itu pasti dengan
rasa harap-harap cemas. Namun, Alhamdulillaah anaknya yang dulu ngotot tak ingin sekolah kini malah
berbanding terbalik, aku mulai menikmati indahnya sekolah, indahnya belajar,
bermain bersama teman-teman,mengeja Alif Ba Ta Tsa saat pulang sekolah semakin
mewarnai hari-hari masa kecilku, sekolah dan mengaji selalu semangat kujalani,dan
Alhamdulillaah dapat mengukir prestasi,kuyakin hati beliau pasti
berbunga-bunga.
Dulu pas sudah aktif sekolahnya, kenangan ini adalah
satu dari beribu kenangan tak terlupa dengan Ayah, saat itu aku telah duduk di
bangku kelas 2 SD,dapat nilai 2 pelajaran Matematika karena didapat sama kakak,
kemudian dilapor sama Bapak akhirnya dilarang pergi bermain, aku harus belajar
sampai benar-benar bisa menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh beliau. Aku
hanya bisa menahan diri untuk tidak terpengaruh ajakan teman-teman, yang
kupikirkan hanyalah menyelesaikan soal-soal tersebut. Masih teringat saat itu Bapak
sedang sibuk-sibuknya membuat jala (pukat) namun beliau tetap meyempatkan diri
untuk mengajariku,menuntunku untuk menyelesaikan soal-soal yang telah
menorehkan angka merah dalam lembaran bukuku. Gertakan-gertakanmulah yang
membuatku tak bergeming.
Bagiku Bapak adalah seorang Professor walaupun
beliau hanya mengenyam pendidikan di SD dan itupun tidak sampai tamat,namun beliaulah
yang selalu mengajariku, mendidik mental jiwa rapuhku. Hingga kini
Alhamdulillaah anak Bapak telah sampai di Perguruan Tinggi, didikan keras penuh
kasih sayangmulah yang selalu menyemangatiku untuk senantiasa mengukir
prestasi.
Terima Kasih Bapakku.
Biodata
Penulis
Penulis bernama lengkap Karlina Amir. Tapi, lebih
suka dalam setiap karyanya tertera nama Karunia Alina, punya makna tersendiri
baginya, lahir 23 September 1993. Penulis beralamat di Desa Pancana, Kec.
Tanete Rilau, Kab. Barru Makassar, Sul-Sel. Tapi, bisa dihubungi melalui akun
facebook @Ikhtiar Akar Pohon atau via e-mail karlina_amir@ymail.com.
Note :
Kisah ini telah diikutkan dalam salah satu event di medsos, alhamdulillaah lolos dalam sebuah antologi.
Terima kasih @Penerbit Meta Kata
*KA
Kisah ini telah diikutkan dalam salah satu event di medsos, alhamdulillaah lolos dalam sebuah antologi.
Terima kasih @Penerbit Meta Kata
*KA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar