Selasa, 17 Februari 2015

Memory Didikan Kasih Sayangmu



Serpihan kenangan masa kecilku seakan masih tergambar jelas, segala pengorbananmu bernilai sejarah yang sulit terhapus dan tak akan kubiarkan terhapus oleh jejak-jejak baru dalam rekaman memoryku. Berbicara tentang Ayah, sosok dengan didikan luar biasa yang terkadang membuatku segan untuk mencuri lirikan-lirikan matanya, hanya menunduk jika telah mendengar hentakan kasih sayangnya, yah kuyakin itulah bentuk kasih sayang.
Berbicara kenangan tak terlupa dengan Ayah, membuatku teringat akan kisah masa kecil, begini ceritanya. Tahun 1999 Aku telah didaftarkan ke sebuah Sekolah Negeri, menjadi awal petualangan baru dalam hidupku, namun saking terlalu dekat dengan mama, tak ingin pisah dengan beliau atau memang ketakutanku berhubungan dengan dunia luar, entahlah dan itu membuat pendidikanku terhambat,jauh dari harapan orang tua,berbagai cara beliau memikirkan hal yang harus dilakukan agar aku dapat sekolah, mengaji dengan tenang dan rajin. Hari demi hari selalu tertanam harapan agar kiranya hari ini,aku benar-benar telah siap untuk sekolah. Namun, setiap Bapak, kakek, atau tante mengantarku,ketika beliau telah pulang dengan hati harap-harap cemas tiba-tiba dari arah belakang kembali kumenyusul dengan tangisan,betapa kesal hati beliau. Mungkin kalau kakek atau tante bersama mama dapat membujukku kembali dan setidaknya membuatku bernafas lega namun jika Bapak yang saat itu mendapatiku,saat beliau sedang capek-capeknya pulang kerja aku hanya bisa terdiam, tertunduk dalam kebisuan memikirkan pelampiasan kekesalannya, pernah aku sampai dikejar-kejar ingin dipukul. Betapa egoisnya aku saat itu entah apa yang ada dipikiranku.
Tahun ajaran itu dibiarkan berlalu, berharap tahun ajaran depan aku benar-benar telah siap untuk sekolah, entah mengapa rentan waktu itu, Bapak dengan didikan yang unik sering mengajakku untuk turun melaut, Padahal anaknya ini perempuan, mungkin untuk merasakan bagaimana perjuangan menjadi seorang pelaut, apakah aku ingin menjadi seorang pelaut juga ? sehingga tidak mau sekolah.
Tahun ajaran berikunya mama mendaftarkanku kembali dalam satuan pendidikan. Kuyakin saat itu pasti dengan rasa harap-harap cemas. Namun, Alhamdulillaah anaknya yang dulu ngotot tak ingin sekolah kini malah berbanding terbalik, aku mulai menikmati indahnya sekolah, indahnya belajar, bermain bersama teman-teman,mengeja Alif Ba Ta Tsa saat pulang sekolah semakin mewarnai hari-hari masa kecilku, sekolah dan mengaji selalu semangat kujalani,dan Alhamdulillaah dapat mengukir prestasi,kuyakin hati beliau pasti berbunga-bunga.
Dulu pas sudah aktif sekolahnya, kenangan ini adalah satu dari beribu kenangan tak terlupa dengan Ayah, saat itu aku telah duduk di bangku kelas 2 SD,dapat nilai 2 pelajaran Matematika karena didapat sama kakak, kemudian dilapor sama Bapak akhirnya dilarang pergi bermain, aku harus belajar sampai benar-benar bisa menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh beliau. Aku hanya bisa menahan diri untuk tidak terpengaruh ajakan teman-teman, yang kupikirkan hanyalah menyelesaikan soal-soal tersebut. Masih teringat saat itu Bapak sedang sibuk-sibuknya membuat jala (pukat) namun beliau tetap meyempatkan diri untuk mengajariku,menuntunku untuk menyelesaikan soal-soal yang telah menorehkan angka merah dalam lembaran bukuku. Gertakan-gertakanmulah yang membuatku tak bergeming.
Bagiku Bapak adalah seorang Professor walaupun beliau hanya mengenyam pendidikan di SD dan itupun tidak sampai tamat,namun beliaulah yang selalu mengajariku, mendidik mental jiwa rapuhku. Hingga kini Alhamdulillaah anak Bapak telah sampai di Perguruan Tinggi, didikan keras penuh kasih sayangmulah yang selalu menyemangatiku untuk senantiasa mengukir prestasi.
Terima Kasih Bapakku.



Biodata Penulis
Penulis  bernama lengkap Karlina Amir. Tapi, lebih suka dalam setiap karyanya tertera nama Karunia Alina, punya makna tersendiri baginya, lahir 23 September 1993. Penulis beralamat di Desa Pancana, Kec. Tanete Rilau, Kab. Barru Makassar, Sul-Sel. Tapi, bisa dihubungi melalui akun facebook @Ikhtiar Akar Pohon atau via e-mail karlina_amir@ymail.com.  

Note :
Kisah ini telah diikutkan dalam salah satu event di medsos, alhamdulillaah lolos dalam sebuah antologi.
Terima kasih @Penerbit Meta Kata

*KA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar