Mengharap Keberkahan di Setiap Langkah Perjuangan
“Hati-hati
di jalan, Nak ! biar lambat asal selamat,” hampir tiap hari petuah itu mengalir
dari bibir indahnya ketika aku telah bersiap di atas kuda besiku, satu hal yang
selalu menyemangatiku, menenangkanku berangkat dengan alunan do’a sang surga.
Kumengerti bagaimana kekhawatirannya, mengingat diriku yang dulu pernah phobia
mengendarai sepeda motor pasca kecelakaan waktu SMP. Namun karena tuntutan
kerjaan mengingat kenaikan BBM yang disusul dengan kenaikan biaya transportasi
mau tidak mau harus berani, lumayan menghemat jika naik motor sendiri ketimbang naik angkutan umum.
Profesi
sebagai penjaga warnet plus toko ATK membuatku setiap hari menjadi bagian dari
pengguna jalan raya, menjadi satu diantara para pengemudi, berjuang demi sebuah
tujuan hidup, berangkat pagi pulang menjelang petang, ditambah tahun ini telah
kucatatkan diri menjadi seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi kian
menambah daftar perjuanganku, beruntung punya bos yang baik hati yang
mendukungku untuk melanjutkan kuliah sambil tetap kerja, setidaknya mengurangi
sedikit beban ekonomi Bapak.
“Kamu
tetap bisa bekerja sambil melanjutkan kuliah selama masih sekitar wilayah
sini,” ucap beliau suatu hari.
Alhamdulillaah,
akhirnya keinginanku untuk melanjutkan pendidikan tercapai juga, setelah satu
tahun kutunda keinginan tersebut dan kuputuskan untuk cari-cari pengalaman
kerja dulu, dan akhirnya kesempatan itu kembali menyapa.
“Kamu
patut bersyukur, Nak. Ucapkan terima kasih kami kepadanya. Teruslah berjuang,
Allah senantiasa meridhoi cita-cita untuk mencapai tujuan yang mulia, kami
senantiasa mendo’akan yang terbaik untukmu,” tutur ibu ketika kukabarkan berita gembira itu.
insyaAllah
aku akan terus semangat berjuang, demi tujuan mulia membahagiakan surga dan
pahlawanku, bermanfa’at bagi agama, nusa dan bangsa, ucapku dalam hati.
“Yaa
Allah, mudah-mudahan apa yang kami lakukan senantiasa diridhoi dan diberkahi
Oleh-Mu, kami ingin selalu menatap wajah indah beliau, menjadi bagian dari
hamba-hambamu yang bermanfa’at untuk ummat, Aamiin yaa Allah” pintaku dalam
setiap sujud dan tengadah tanganku di hadapan Yang Maha Memiliki Segala-Nya.
***
Hari
demi hari kulalui, setiap hari dengan aktivitas yang sama terkadang rasa jenuh,
rasa bosan menghampiri, melihat teman-teman dapat bebas kemanapun, ikut
kegiatan kapanpun yang mereka mau. Aku
sendiri hanya bisa mengatakan “Ma’af sebenarnya aku ingin sekali ikut kegiatan
ini, tapi pulang kuliah aku harus kembali ke tempat kerja.” Ucapku suatu hari
saat ada kegiatan di kampus. Kadang lelah juga rasanya, membayangkan
teman-teman yang sudah pulang istirahat di rumah masing-masing sedangkan aku
masih harus melanjutkan perjuangan.
Kembali
lagi menepis rasa kecewa, harus tetap tegar beruntung aku punya kerjaan sambil
tetap bisa kuliah, kemarin-kemarin banyak teman-teman yang justru ingin sekali
bekerja namun belum dapat lowongan.
Seketika
terbayang wajah-wajah indah penuh perjuangan mengisi benak, menghampiri jiwa
awamku yang larut dalam keluhan, bagaimana beliau yang selalu mengharapkan
kebaikan untuk anak-anaknya, aku harus tetap semangat walau terkadang lelah
namun beliau hadir memberi energi baru dalam hidupku. Membayangkan wajah Bapak
yang tiap hari berjuang di tengah terik, kadang bercengkerama dalam rinai hujan
menjemput rezeki Dari-Nya menapaki jalan terjal pegunungan menjual ikan di
rumah-rumah penduduk, betapa berat perjuangan beliau. bagaimana mungkin aku
mengeluh ?
Berharap
suatu saat bisa melihat beliau duduk tenang di rumah tanpa perlu membanting
tulang untuk kami lagi, Bapak sudah semakin menua seharusnya kami sudah
mengganti posisi beliau.
berjuang,
Lin,
semangatku.
Alhamdulillaah,
berkah dari pekerjaan menjadi seorang penjaga warnet membuatku tiap hari berselancar
di dunia kedua di alam nyata, dunia maya. Di sana kucoba untuk memanfa’atkan di
jalan kebaikan, menebar manfa’at bagi semua orang bertemu dengan teman-teman
yang baik membuatku banyak belajar dari mereka. Hingga kutemukan sebuah
komunitas menulis, mengingat diriku yang memang hobby menulis tapi tidak pernah
ikut event-event menulis. Dari teman-teman aku banyak mendapat info-info lomba.
Kucoba untuk berpartisipasi pertama kalinya di salah satu grup Alhamdulillaah tak
kusangka tulisanku dimuat bersama karya-karya para penulis luar biasa. Sungguh
Man jadda wajada.
Pagi
yang bertabur berkah 1 Muharram 1435 Hijriyah, dalam rinai hujan rahmat
Dari-Mu, berharap keberkahan senantiasa menghiasi langkah kami, duka dan suka
perjuangan hidup dapat kami lalui dalam
Naungan Cinta-Mu.
Mudah-mudahan
tahun ini, menjadi pribadi yang lebih baik lagi, Berharap senantiasa istiqomah
meniti langkah di Jalan-Mu,berkah disetiap perjuangan kami, tercapai cita-cita
dan kembali kepadamu dalam keadaan khusnul khotimah. Aamiin yaa Allah.
Note : Cerpen ini tergabung di antologi Meniti Pelangi, ada banyak cerita inspiratif di dalam antologi ini, kisah perjuangan yang memancarkan motivasi luar biasa.
Yang ingin memesan silahkan berhubungan dgn Penerbit Pena Indhis .
*KA
Yang ingin memesan silahkan berhubungan dgn Penerbit Pena Indhis .
*KA


Tidak ada komentar:
Posting Komentar