Minggu, 22 Februari 2015

Do’a, Harapan dan Perjuangan Hidupku

Mengharap Keberkahan di Setiap Langkah Perjuangan


“Hati-hati di jalan, Nak ! biar lambat asal selamat,” hampir tiap hari petuah itu mengalir dari bibir indahnya ketika aku telah bersiap di atas kuda besiku, satu hal yang selalu menyemangatiku, menenangkanku berangkat dengan alunan do’a sang surga. Kumengerti bagaimana kekhawatirannya, mengingat diriku yang dulu pernah phobia mengendarai sepeda motor pasca kecelakaan waktu SMP. Namun karena tuntutan kerjaan mengingat kenaikan BBM yang disusul dengan kenaikan biaya transportasi mau tidak mau harus berani, lumayan menghemat jika naik motor sendiri ketimbang naik angkutan umum.
Profesi sebagai penjaga warnet plus toko ATK membuatku setiap hari menjadi bagian dari pengguna jalan raya, menjadi satu diantara para pengemudi, berjuang demi sebuah tujuan hidup, berangkat pagi pulang menjelang petang, ditambah tahun ini telah kucatatkan diri menjadi seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi kian menambah daftar perjuanganku, beruntung punya bos yang baik hati yang mendukungku untuk melanjutkan kuliah sambil tetap kerja, setidaknya mengurangi sedikit beban ekonomi Bapak.
“Kamu tetap bisa bekerja sambil melanjutkan kuliah selama masih sekitar wilayah sini,” ucap beliau suatu hari.
Alhamdulillaah, akhirnya keinginanku untuk melanjutkan pendidikan tercapai juga, setelah satu tahun kutunda keinginan tersebut dan kuputuskan untuk cari-cari pengalaman kerja dulu, dan akhirnya kesempatan itu kembali menyapa.
“Kamu patut bersyukur, Nak. Ucapkan terima kasih kami kepadanya. Teruslah berjuang, Allah senantiasa meridhoi cita-cita untuk mencapai tujuan yang mulia, kami senantiasa mendo’akan yang terbaik untukmu,” tutur ibu ketika kukabarkan berita gembira itu.
insyaAllah aku akan terus semangat berjuang, demi tujuan mulia membahagiakan surga dan pahlawanku, bermanfa’at bagi agama, nusa dan bangsa, ucapku dalam hati.
“Yaa Allah, mudah-mudahan apa yang kami lakukan senantiasa diridhoi dan diberkahi Oleh-Mu, kami ingin selalu menatap wajah indah beliau, menjadi bagian dari hamba-hambamu yang bermanfa’at untuk ummat, Aamiin yaa Allah” pintaku dalam setiap sujud dan tengadah tanganku di hadapan Yang Maha Memiliki Segala-Nya.

***
Hari demi hari kulalui, setiap hari dengan aktivitas yang sama terkadang rasa jenuh, rasa bosan menghampiri, melihat teman-teman dapat bebas kemanapun, ikut kegiatan kapanpun yang  mereka mau. Aku sendiri hanya bisa mengatakan “Ma’af sebenarnya aku ingin sekali ikut kegiatan ini, tapi pulang kuliah aku harus kembali ke tempat kerja.” Ucapku suatu hari saat ada kegiatan di kampus. Kadang lelah juga rasanya, membayangkan teman-teman yang sudah pulang istirahat di rumah masing-masing sedangkan aku masih harus melanjutkan perjuangan.
Kembali lagi menepis rasa kecewa, harus tetap tegar beruntung aku punya kerjaan sambil tetap bisa kuliah, kemarin-kemarin banyak teman-teman yang justru ingin sekali bekerja namun belum dapat lowongan.
Seketika terbayang wajah-wajah indah penuh perjuangan mengisi benak, menghampiri jiwa awamku yang larut dalam keluhan, bagaimana beliau yang selalu mengharapkan kebaikan untuk anak-anaknya, aku harus tetap semangat walau terkadang lelah namun beliau hadir memberi energi baru dalam hidupku. Membayangkan wajah Bapak yang tiap hari berjuang di tengah terik, kadang bercengkerama dalam rinai hujan menjemput rezeki Dari-Nya menapaki jalan terjal pegunungan menjual ikan di rumah-rumah penduduk, betapa berat perjuangan beliau. bagaimana mungkin aku mengeluh ?
Berharap suatu saat bisa melihat beliau duduk tenang di rumah tanpa perlu membanting tulang untuk kami lagi, Bapak sudah semakin menua seharusnya kami sudah mengganti posisi beliau.
berjuang, Lin, semangatku.
Alhamdulillaah, berkah dari pekerjaan menjadi seorang penjaga warnet membuatku tiap hari berselancar di dunia kedua di alam nyata, dunia maya. Di sana kucoba untuk memanfa’atkan di jalan kebaikan, menebar manfa’at bagi semua orang bertemu dengan teman-teman yang baik membuatku banyak belajar dari mereka. Hingga kutemukan sebuah komunitas menulis, mengingat diriku yang memang hobby menulis tapi tidak pernah ikut event-event menulis. Dari teman-teman aku banyak mendapat info-info lomba. Kucoba untuk berpartisipasi pertama kalinya di salah satu grup Alhamdulillaah tak kusangka tulisanku dimuat bersama karya-karya para penulis luar biasa. Sungguh Man jadda wajada.
Pagi yang bertabur berkah 1 Muharram 1435 Hijriyah, dalam rinai hujan rahmat Dari-Mu, berharap keberkahan senantiasa menghiasi langkah kami, duka dan suka perjuangan  hidup dapat kami lalui dalam Naungan Cinta-Mu.
Mudah-mudahan tahun ini, menjadi pribadi yang lebih baik lagi, Berharap senantiasa istiqomah meniti langkah di Jalan-Mu,berkah disetiap perjuangan kami, tercapai cita-cita dan kembali kepadamu dalam keadaan khusnul khotimah. Aamiin yaa Allah.




Note : Cerpen ini tergabung di antologi Meniti Pelangi, ada banyak cerita inspiratif di dalam antologi ini, kisah perjuangan yang memancarkan motivasi luar biasa.
Yang ingin memesan silahkan berhubungan dgn Penerbit Pena Indhis .

*KA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar