Minggu, 25 Oktober 2015
Zaujiy
Zaujiy ...
Satu kata "panggilan" yang kini tersemat kepadamu ...
Kepadamu yang hanya dalam hitungan menit pelafalan ijab kabul
Mitsaqan Ghalidza, Perjanjian kukuh yang menggetarkan Arasy-Nya ...
"Saya terima nikahnya ....."
Telah mengubah status kita masing-masing yang mengantarkan kita ke ranah kehidupan yang baru ...
Dengan sebuah tanggung jawab masing-masing ...
Menit ...
Yah hanya dalam hitungan menit namun insya Allah akan kita jalani beberapa puluh tahun ke depan
Jelas beberapa puluh tahun sebelumnya kita sama dalam perjuangan masing-masing
Sebelum jalan ceritanya kita lakoni, semua hanya menjadi sebilah rahasia, tak ada yang tahu ...
Sungguh tak ada yang bisa menebak bahwa kini kata Zaujiy itu menjadi gelar yang kusematkan kepadamu ...
Cita-cita menua bersama dan berharap tetap sama seperti beberapa jam setelah pelafalan itu
Harmonis hingga ke Surga-Nya ... Aamiin ...
Yaa Zaujiy ...
1 bulan berlalu ...
Masih seumuran jagung, ibaratnya ...
Kita bersama mengarungi bahtera rumah tangga kita ...
U are Imam for Me, and Me, Makmum for U ...
Engkau adalah nahkoda untuk kapal yang kita arungi, belayar di tengah lautan kehidupan
menerjang getaran ombak, bersama dalam menghias agar perjalanan ini kelak sampai ke dermaga terakhir dalam wujud ekspresi suka cita ...
Berdua ...
Di sini ...
Kita masih berdua ...
Kelak jika Dia mengizinkan akan ada suara tangisan bocah kecil di samping kita
Kuharap kita dapat menjadi murobbi/murobbiyah untuk mujahid mujahidah kita kelak
Beharap semua ini tetap berlanjut, always n forever , selalu dan selamanya ...
I hope, our love is until Jannah ...
Abadi Hingga Ke Surga-Nya ... Aamiin ...
Berikut kutipan Nasyid "Edcoustic"
"Terucap syukurku aku memilihmu
Menjadi teman hidup setia selamanya
Ikatan suci ini selalu kan ku jaga
Aku dan dirimu, mengucap janji bahagia
Dan berlayarlah kita renda keluarga
Meretas hidup bersama
Aku bahagia ku dipertemukan belahan jiwaku
Tuhan persatukan kami untuk selamanya
Hingga bahagia di Surga-Mu
pegang tanganku tataplah mataku
Engkau ditakdirkan untukku"
Baitiy Jannatiy_13 Muharram 1437 H
Senin, 15 Juni 2015
Mengenang Tentangmu, Nek !
Terbayang satu wajah penuh penuh cinta, penuh kasih ...
Terbayang satu wajah penuh dengan kehangatan ...
Allah izinkanlah aku bahagiakan dia ...
Meski dia tlah jauh biarkanlah aku berarti untuk dirinya ...
--- Opick
Kurang lebih 12 tahun yang lalu, seorang gadis kecil berseragam putih merah dengan ransel di pundaknya tampak menenteng kantongan di jemari kecilnya. Melangkah ke sekolah, selain untuk menuntut ilmu, diapun ikut menjajakan dagangan nenek yang dititipkan kepadanya. Tampak gerombolan anak-anak berlari mendekatinya ...
"Sakko'sakko' saya satu!"
"Kerupuk ubi saya!"
Mereka bersahut-sahutan.
Hmmm ... Mengenang masa itu, mengingatkan dengan sosok Alm. Nenek, seorang wanita yang mandiri dan tangguh. Sampai di usia senjapun beliau masih berdagang kecil-kecilan walaupun sebenarnya, kiriman dari anak-anak yang sudah beliau besarkan setidaknya dapat menutupi kebutuhan sehari-harinya, tapi beliau tetap dengan hobbinya jualan, walaupun untung tak seberapa atau bahkan tidak ada untung karena terkadang beliau hanya menggratiskan untuk kami.
Nek ... !
4 Hari lagi menjelang ramadhan, beliau berpulang sesaat sebelum ramadhan 2 tahun yang lalu. Masih terasa hangat ingatan kami tentangmu yang selalu mengungkapkan harapan-harapannya, ingin melihat cucu-cucunya menikah dan berhasil. Tapi, kini engkau telah lebih dulu dipanggil Oleh-Nya. Kelak dan pasti kamipun akan menyusul, entah kapan ... ? Namun, kami berharap agar kelak kami menyusulmu dalam keadaan meninggalkan anak dan cucu yang mendo'akan kami di belakang dan berharap pula kelak cucu-cucuku pun mengenang Neneknya, sebagaimana saya mengenang Nenek. Aamiin ...
Nek ... !
Terima kasih atas slide-slide kenangan yang engkau goreskan di hidup kami ...
Terima kasih atas perjuangan hidup yang engkau ajarkan untuk kami ...
Terima kasih pula dengan dagangan yang nenek titipkan jadi semasa putih merah nama saya telah bertitle, dikenal dgn nama Karlina, Pabbalu sakko-sakko' (kata teman-teman :D )
Nek ... !
Semoga Nenek tenang di alam sana ...
ALLAAHUMAGHFIRLAHAA
WARHAMHAA WA ' AAFIHAA
WA'FU'ANHAA...
---
Hidup ...
Mengajarkan arti perjuangan ...
Mengajarkan arti rasa sabar ...
Mengajarkan arti rasa syukur ...
Hidup ...
Menyisakan slide-slide kenangan ...
Hingga setiap fase, punya cerita tersendiri ...
Masih di Bumi ...
Mengenang Tentangmu, Nek !
Pcn, 27 Sya'ban 1436 H
Kurang lebih 12 tahun yang lalu, seorang gadis kecil berseragam putih merah dengan ransel di pundaknya tampak menenteng kantongan di jemari kecilnya. Melangkah ke sekolah, selain untuk menuntut ilmu, diapun ikut menjajakan dagangan nenek yang dititipkan kepadanya. Tampak gerombolan anak-anak berlari mendekatinya ...
"Sakko'sakko' saya satu!"
"Kerupuk ubi saya!"
Mereka bersahut-sahutan.
Hmmm ... Mengenang masa itu, mengingatkan dengan sosok Alm. Nenek, seorang wanita yang mandiri dan tangguh. Sampai di usia senjapun beliau masih berdagang kecil-kecilan walaupun sebenarnya, kiriman dari anak-anak yang sudah beliau besarkan setidaknya dapat menutupi kebutuhan sehari-harinya, tapi beliau tetap dengan hobbinya jualan, walaupun untung tak seberapa atau bahkan tidak ada untung karena terkadang beliau hanya menggratiskan untuk kami.
Nek ... !
4 Hari lagi menjelang ramadhan, beliau berpulang sesaat sebelum ramadhan 2 tahun yang lalu. Masih terasa hangat ingatan kami tentangmu yang selalu mengungkapkan harapan-harapannya, ingin melihat cucu-cucunya menikah dan berhasil. Tapi, kini engkau telah lebih dulu dipanggil Oleh-Nya. Kelak dan pasti kamipun akan menyusul, entah kapan ... ? Namun, kami berharap agar kelak kami menyusulmu dalam keadaan meninggalkan anak dan cucu yang mendo'akan kami di belakang dan berharap pula kelak cucu-cucuku pun mengenang Neneknya, sebagaimana saya mengenang Nenek. Aamiin ...
Nek ... !
Terima kasih atas slide-slide kenangan yang engkau goreskan di hidup kami ...
Terima kasih atas perjuangan hidup yang engkau ajarkan untuk kami ...
Terima kasih pula dengan dagangan yang nenek titipkan jadi semasa putih merah nama saya telah bertitle, dikenal dgn nama Karlina, Pabbalu sakko-sakko' (kata teman-teman :D )
Nek ... !
Semoga Nenek tenang di alam sana ...
ALLAAHUMAGHFIRLAHAA
WARHAMHAA WA ' AAFIHAA
WA'FU'ANHAA...
---
Hidup ...
Mengajarkan arti perjuangan ...
Mengajarkan arti rasa sabar ...
Mengajarkan arti rasa syukur ...
Hidup ...
Menyisakan slide-slide kenangan ...
Hingga setiap fase, punya cerita tersendiri ...
Masih di Bumi ...
Mengenang Tentangmu, Nek !
Pcn, 27 Sya'ban 1436 H
Rabu, 03 Juni 2015
Tekuni Hobimu ... !!!
Hmmm ... *Hela nafas dalam-dalam ... Hembuskan ...
Pagi ini ketemu ...... *ketemu siapa ... ? *hehe ... ketemu artikel sist :D *hmmm ... dasar !!!
Penasaran ... ??? check it ...
Ketemu artikel dari Hipwee judulnya : 20 Kebiasaan Kecil yang Bisa Bikin Kamu Makin Cerdas
Siapa yang tidak mau cerdas ... ? *Ke laut saja mancing ikan :D
Jawabannya, tentu orang-orang yang berakal semua ingin cerdas bukan ... ?
By Bpk Paulus Risang
Kecerdasan itu gak didapat dengan sistem kebut semalam lho, melainkan harus dibangun secara bertahap. Kamu juga gak lahir langsung bisa ngomong kan? Harus belajar dulu beberapa lama. Semakin sering dilatih, kamu pun semakin mahir.
Makanya, kamu perlu sering-sering melatih pikiran kamu biar tetap tajam. Ini dia beberapa tips simpel yang bisa kamu biasakan mulai dari sekarang untuk menjaga otakmu tetap encer.
1. Rangsang otakmu untuk memunculkan beberapa ide tiap hari
Idenya bisa tentang apa aja. bisa gimana caranya mengentaskan kemiskinan, caranya biar bisa begadang tapi tetap sehat, ide buat video, apapun deh! Gak masalah idenya tentang apa, masuk akal atau enggak, yang penting otakmu tetap jalan. Siapa tau dari ide itu kamu bisa mengubahnya jadi sesuatu. Oh iya, jangan lupa catat idemu.
Temukan suatu hal yang barusan kamu pelajari, lalu bangunlah opini yang berbeda dari orang kebanyakan, semacam opini yang gak biasa, yang baru muncul kalo kamu kritis. Terus, temukan bukti-bukti yang mendukung opinimu dan terbukalah dengan ide-ide yang bisa mengubah opinimu. Kalo kamu sering melakukan ini, kamu akan terlatih berpikir kritis dan out of the box.
Kalo kamu masih mampet juga, cobalah baca bagian editorial di koran dan evaluasilah secara kritis. Itu akan membantumu untuk mengerti bagaimana orang lain membentuk argumen dan mengekspresikan pendapat.
Semisal, kamu suka baca dan ingin tahu siapa penulis terbaik tahun ini. Jangan cuma berhenti di rasa gatal ingin tahu. Cari siapa pemenang Pullitzer Prize tahun ini. Atau cari daftar penerima Nobel Sastra, kemudian baca buku-buku mereka.
Nah, jadi cerdas bukan berarti harus punya gelar S2 kan, tapi melakukan kebiasaan-kebiasaan di atas secara rutin juga gak mudah lho, karena kamu harus konsisten. Kalo kamu punya tips atau kebiasaan lain yang bisa bikin pintar, jangan malu-malu membagikannya di kolom komentar ya.
-------------
Inspiratif kan ... ?
Mulai sekarang ... Action ... !!!
insya Allah ...
Pagi ini ketemu ...... *ketemu siapa ... ? *hehe ... ketemu artikel sist :D *hmmm ... dasar !!!
Penasaran ... ??? check it ...
Ketemu artikel dari Hipwee judulnya : 20 Kebiasaan Kecil yang Bisa Bikin Kamu Makin Cerdas
Siapa yang tidak mau cerdas ... ? *Ke laut saja mancing ikan :D
Jawabannya, tentu orang-orang yang berakal semua ingin cerdas bukan ... ?
By Bpk Paulus Risang
Kecerdasan itu gak didapat dengan sistem kebut semalam lho, melainkan harus dibangun secara bertahap. Kamu juga gak lahir langsung bisa ngomong kan? Harus belajar dulu beberapa lama. Semakin sering dilatih, kamu pun semakin mahir.
Makanya, kamu perlu sering-sering melatih pikiran kamu biar tetap tajam. Ini dia beberapa tips simpel yang bisa kamu biasakan mulai dari sekarang untuk menjaga otakmu tetap encer.
1. Rangsang otakmu untuk memunculkan beberapa ide tiap hari
Idenya bisa tentang apa aja. bisa gimana caranya mengentaskan kemiskinan, caranya biar bisa begadang tapi tetap sehat, ide buat video, apapun deh! Gak masalah idenya tentang apa, masuk akal atau enggak, yang penting otakmu tetap jalan. Siapa tau dari ide itu kamu bisa mengubahnya jadi sesuatu. Oh iya, jangan lupa catat idemu.
2. Jangan malas baca koran
Kalo kamu menganggap baca koran itu kerjaannya bapak-bapak, kamu salah besar. Koran (dan media berita lainnya) membantumu untuk lebih peka pada hal-hal penting dan apa yang terjadi di dunia. Dari situ, kamu bisa belajar membentuk opinimu sendiri dan mengaitkan sesuatu dari hal yang kelihatannya gak berkaitan. Dan yang pasti wawasanmu lebih luas.3. Cobalah terapkan devil’s advocate
Devil’s advocate itu bukan berarti kamu membela iblis lho, tapi mengambil argumen tandingan terhadap suatu opini, untuk menguji keabsahan opini tersebut.Temukan suatu hal yang barusan kamu pelajari, lalu bangunlah opini yang berbeda dari orang kebanyakan, semacam opini yang gak biasa, yang baru muncul kalo kamu kritis. Terus, temukan bukti-bukti yang mendukung opinimu dan terbukalah dengan ide-ide yang bisa mengubah opinimu. Kalo kamu sering melakukan ini, kamu akan terlatih berpikir kritis dan out of the box.
Kalo kamu masih mampet juga, cobalah baca bagian editorial di koran dan evaluasilah secara kritis. Itu akan membantumu untuk mengerti bagaimana orang lain membentuk argumen dan mengekspresikan pendapat.
4. Rutinkan kebiasaan membaca buku fiksi dan non fiksi
Cobalah untuk membaca sebuah buku setiap minggu. Kamu bisa membaca kapanpun kamu ada waktu, bisa di kendaraan umum atau saat kamu mengantri. Buku fiksi bagus untuk memahami karakter dan menyelami perspektif berbeda, sedangkan buku nonfiksi membantumu memperkenalkan topik-topik baru, seperti hukum dan politik.5. Matikan TV-mu, beralihlah ke video edukatif yang banyak bisa kamu temui di YouTube
Kadang lebih asik dan lebih mudah menangkap suatu subjek lewat menontonnya dibanding membaca, terutama kalo kamu tipe visual learner. Kamu bisa menonton video- video seminar TED dan belajar dari pengalaman mereka yang jadi pembicara di sana, atau kanal Youtube kayak SmarterEveryDay yang memberikan pengetahuan dengan cara yang seru, jadi lebih gampang nempel di kepala.6. Follow akun yang membagikan informasi menarik
Udah banyak laman yang membagikan artikel mendidik dan inspiratif (contohnya Hipwee!). Kamu bisa mengikuti akun-akun mereka di media sosial, biar kamu bisa belajar bermacam hal lewat linimasa atau newsfeed-mu. Atau, kalau kamu merasa media sosial adalah distraksi — kamu juga bisa berlangganan newsletter mereka yang akan langsung dikirimkan ke e-mailmu.7. Bagikan pengetahuanmu ke orang lain
Setelah kamu mempelajari suatu hal yang baru, bagikan ke orang lain agar ilmumu itu makin tajam. Temukan teman yang bisa diajak bertukar pikiran biar pengetahuanmu nambah dan kamu bisa menemukan perspektif yang berbeda.8. Bikin dua daftar: daftar skill yang berhubungan dengan pekerjaanmu dan skill yang ingin kamu kuasai di masa mendatang
Usahakan daftar ini gak pernah kosong, agar kamu terdorong untuk mempelajari hal baru tiap hari. Ambil masing-masing satu dari daftar di atas, temukan sumber-sumber yang relevan, lalu pelajarilah.9. Buat daftar hal-hal yang telah kamu lakukan
Di akhir hari, tuliskan hal-hal yang telah kamu selesaikan hari itu. Kegiatan ini bisa membantu kamu merasa lebih baik dengan hal-hal yang udah kamu capai, terutama kalo kamu lagi galau. Daftar ini juga bisa untuk mengevaluasi seberapa produktif kamu tiap harinya. biar kamu bisa merencanakan kegiatan besok dengan lebih baik.10. Tuliskan ulang apa yang sudah kamu pelajari. Agar ilmumu tak membeku
Kamu bisa membuat posting blog tentang apa aja yang udah kamu pelajari hari itu. Memposting di blog membantu kamu untuk menelusur hal-hal yang udah kamu pelajari selama ini. Dan kamu pun akan belajar lebih serius, karena harus mempostingnya di blog yang akan dibaca banyak orang, malu kan kalo ilmunya cuma setengah-setengah?11. Mainkan game yang bisa menstimulasi pikiranmu
Latih otakmu dengan soal-soal atau kuis, misalnya TTS, sudoku, atau situs asah otak seperti Lumosity biar otakmu tetap encer dan mentalmu terjaga.12. Ikut kursus online
Lewat internet, kamu bisa kursus macam-macam secara online, baik berbayar maupun gratis. Lewat kursus, pembelajaranmu akan lebih fokus dan terstruktur. Tapi, jangan ambil banyak-banyak, fokuskan ke satu atau dua materi aja.13. Nongkrong sama orang-orang yang lebih cerdas dari kamu
Kamu perlu nongkrong sama orang-orang cerdas, biar wawasanmu juga lebih luas. Bersikaplah rendah hati dan mau belajar dari mereka. Kalau kamu sering nongkrong sama orang-orang yang pengetahuannya di atas kamu, mau gak mau kamu juga harus banyak belajar buat mengimbangi mereka.14. Ikuti rasa ingin tahumu. Jadilah manusia kepo dalam konteks yang bagus
Kalau kamu berpapasan dengan sesuatu yang keren atau bikin kamu penasaran, cari tahu. Jangan cuma dibiarkan berlalu. Ikuti rasa ingin tahumu dan temukan jawabannya.Semisal, kamu suka baca dan ingin tahu siapa penulis terbaik tahun ini. Jangan cuma berhenti di rasa gatal ingin tahu. Cari siapa pemenang Pullitzer Prize tahun ini. Atau cari daftar penerima Nobel Sastra, kemudian baca buku-buku mereka.
15. Lawan rasa takutmu
Lawan rasa takut dengan keluar dari zona nyamanmu. Setiap hari, dorong dirimu melakukan hal yang kurang menyenangkan tapi bisa membuatmu berkembang,16. Jelajahi tempat-tempat baru
Kamu mungkin gak bisa traveling tiap hari, tapi kamu bisa menjelajah sudut-sudut kota tempat tinggalmu dan menemukan hal baru atau berkenalan dengan orang baru. Itu lebih produktif daripada cuma nonton TV kan.17. Ajak ngobrol orang yang kamu anggap menarik
Jangan ragu untuk berkenalan dan mengajak ngobrol orang lain, meski gak kamu kenal. Tetap rendah hati, karena kamu bisa menemukan perspektif dan wawasan baru bahkan dari orang-orang yang gak terduga, misalnya tukang parkir, atau petugas kebersihan.18. Duduklah dalam diam, kemudian refleksikan pencapaianmi seharian
Pada waktu-waktu tertentu, berhentilah melakukan rutinitasmu sejenak dan duduklah dalam hening. Refleksikan semua yang udah kamu lakukan hari itu. Melakukan refleksi adalah cara jitu untuk mengetahui apakah harimu memang berjalan dengan tepat.19. Giatilah hobi yang kamu sukai setiap hari
Memang lebih asik kalo kita mempelajari sesuatu yang kita suka. Kenapa gak pelajari sesuatu yang sesuai sama hobimu aja? Kalau kamu suka musik, pelajari lagu baru atau malah alat musik baru. Kalo kamu suka nulis, biasakan menulis tiap hari.20. Terapkan langsung apa yang sudah kamu pelajari selama ini
Ilmu yang kamu pelajari akan terasah kalo kamu terapkan sesering mungkin. Learning-by-doing adalah salah satu cara efektif untuk tambah cerdas dan tajam.Nah, jadi cerdas bukan berarti harus punya gelar S2 kan, tapi melakukan kebiasaan-kebiasaan di atas secara rutin juga gak mudah lho, karena kamu harus konsisten. Kalo kamu punya tips atau kebiasaan lain yang bisa bikin pintar, jangan malu-malu membagikannya di kolom komentar ya.
-------------
Inspiratif kan ... ?
Mulai sekarang ... Action ... !!!
insya Allah ...
Jumat, 15 Mei 2015
Jodoh
Baca-baca status fb, nemu tulisan pagi disertai foto menikah ... *masya Allah
Kurang lebih isi tulisannya begini :
"Jodoh itu ...
Bukan siapa yang datang pertama
Bukan seberapa lama kita kenal
Bukan seberapa lama sering bertemu
Yang perhatian dan selalu ada
Tapi,
Jodoh itu yang datang terakhir
Dan tak pergi lagi ..." Alhamdulillaah ...
Dan berasa tepat sekali ketemu pula tulisan ini di salah satu blog :
http://mujahidah-farma.blogspot.com/
Nah, begitulah jodoh dalam Rahasia-Nya, karena kelak akan menjadi kejutan ketika sudah dipersatukan ...
Tenang saja ...
Perkara jodoh adalah perkara yang telah diatur Oleh-Nya, serumit apapun rintangan yang dihadapi jika memang jodoh,pasti akan bersatu juga... Yakinlah !!!
Tetaplah dalam harap, tawakkal Kepada-Nya ...
Tetap semangat dalam kebaikan ... insya Allah ...
Kurang lebih isi tulisannya begini :
"Jodoh itu ...
Bukan siapa yang datang pertama
Bukan seberapa lama kita kenal
Bukan seberapa lama sering bertemu
Yang perhatian dan selalu ada
Tapi,
Jodoh itu yang datang terakhir
Dan tak pergi lagi ..." Alhamdulillaah ...
Dan berasa tepat sekali ketemu pula tulisan ini di salah satu blog :
Sepasang manusia baru dikatakan berjodoh setelah ijab qabul diucapkan atas mereka… Sebelum itu, tentu saja semua masih dalam ketidakpastian dalam ukuran manusia, kecuali bagi Allah…
Dalam susuran ikhtiar panjang perjalanan menemukan jodoh, ta’aruf barulah langkah kecilnya…
SubhanaLlah… Dalam perjalanan menuju saat ijab qobul, begitu banyak kemungkinan-kemungkinan yang bisa membatalkan proses kami untuk dikatakan berjodoh… Sebab, ada ribuan detik dan ribuan alasan yang bisa menghentikan proses tersebut… Entah sebab faktor individu, ajal, bahkan hal-hal lain yang dalam takaran akal manusia tidak mungin, namun bagi Allah tentu saja segalanya adalah mungkin…
Maka, di sepanjang proses itu, sangat penting menjaga keikhlasan niat dan kemurnian cinta pada Allah... Bahwa segalanya kita serahkan pada Allah… Agar Allah membukakan mata hati kita untuk memutuskan segala yang terbaik bagi kita…
Sebelum ijab qabul dilantunkan atasku, dia belum tentu adalah jodoh bagiku… Tetapi, ikhtiar tentu saja harus tetap kuperjuangkan… Dan akan terus kuperjuangkan hingga penghujungnya…
“Allahurrahmaan… Jika dia benar jodohku, mudahkan proses kami menuju penyempurnaan dienMu… Namun jika dia bukan jodohku, berikan yang terbaik bagi kami…”
Nah, begitulah jodoh dalam Rahasia-Nya, karena kelak akan menjadi kejutan ketika sudah dipersatukan ...
Tenang saja ...
Perkara jodoh adalah perkara yang telah diatur Oleh-Nya, serumit apapun rintangan yang dihadapi jika memang jodoh,pasti akan bersatu juga... Yakinlah !!!
Tetaplah dalam harap, tawakkal Kepada-Nya ...
Tetap semangat dalam kebaikan ... insya Allah ...
Senin, 11 Mei 2015
Tawakkal Kepada-Nya
Kecenderungan hati itu, saya rasa adalah hal yg manusiawi, karena fitrah seorang anak manusia adalah mencintai dan dicintai ... *berpikir keras
Walaupun selama ini, rasa yang hadir hanya terangkai dalam diam kemudian seiring berjalannya waktu berakhir pula dalam diam (sy pikir ini adalah Kasih Sayangnya Allah yg kemarin waktu masih lugupun hanya memilih menyimpannya dalam diam, hingga idealisme mengakar saat sering ikut kajian waktu SMK prinsip Say no to pacaran before akad menjadi prinsip yg benar-benar terpatri dalam hati) berharap hingga kelak "dia" yg halal disatukan Oleh-Nya ... Aamiin ...
And now ... ?
Sepertinya rasa itu kembali menyapa ...
Namun, taqwa dalam dada ingatkan diri bahwa sedetik sebelum akad pun dia masih "orang asing" bagimu ... Cukuplah rasa itu kelak kau persembahkan hanya utk yg benar-benar telah "Halal" untukmu ...
*Kuatkan hamba, Ya Allah ...
Berikut sebuah inspirasi dari salah satu FP (Rumah Zakat)
Berharap kelak jika kita bersatu, kita dapat berseru bersama
Walaupun selama ini, rasa yang hadir hanya terangkai dalam diam kemudian seiring berjalannya waktu berakhir pula dalam diam (sy pikir ini adalah Kasih Sayangnya Allah yg kemarin waktu masih lugupun hanya memilih menyimpannya dalam diam, hingga idealisme mengakar saat sering ikut kajian waktu SMK prinsip Say no to pacaran before akad menjadi prinsip yg benar-benar terpatri dalam hati) berharap hingga kelak "dia" yg halal disatukan Oleh-Nya ... Aamiin ...
And now ... ?
Sepertinya rasa itu kembali menyapa ...
Namun, taqwa dalam dada ingatkan diri bahwa sedetik sebelum akad pun dia masih "orang asing" bagimu ... Cukuplah rasa itu kelak kau persembahkan hanya utk yg benar-benar telah "Halal" untukmu ...
*Kuatkan hamba, Ya Allah ...
Berikut sebuah inspirasi dari salah satu FP (Rumah Zakat)
AKU TITIP SATU CINTAKU ,YA ALLAH
Semoga cinta ini adalah cinta misi,bukan cinta nafsu.. Sehingga bisa membuatku lebih ikhlas dan bersabar dlm setiap prosesnya,dlm setiap penantiannya..
Ya Allah, Maha Pemilik Cinta..
Aku titipkan satu cinta itu padamu,jangan kau hadirkan dulu saat ini,jadikanlah itu sangat indah suatu saat nanti.. ketika waktunya telah tiba.. Waktu yang paling tepat dengan seseorang yang tepat,yang telah Kau persiapkan sejak dulu..
Titip satu cinta itu ya Allah..
Cinta yang akan membuatku semakin dekat dengan_Mu, cinta yang membuat Ia pun semakin dekat dengan_Mu.. Cinta yang membuat kami semakin mensyukuri betapa Luas nikmat dan karunia_Mu, dan membuat kami saling membimbing untuk mencapai ke-Ridho’an_Mu..
Titip satu cintaku Ya Mushawwir,,
Cinta yang bisa menghasilkan sebuah keluarga yang sakinah, cinta yang bisa menciptakan sebuah rumah yang hangat yang akan menjadi tempat bangkitnya peradaban agama_Mu..
Titip satu cinta itu Ya Malik..
Cinta yang darinya aku lahirkan para mujahid dan mujahidah yang tangguh.. yang senantiasa siap membela agama_Mu di garda terdepan.. Ksatria yang tidak pernah takut malawan musuh2Mu dan musuh2 Rasul_Mu..
Titip satu cinta itu ya Rabb..
Jagalah kami, bimbing langkah kami,, sehingga kami bisa sama2 terjaga dan akhirnya sama2 mendapatkan yg terjaga pula..
Titip satu cinta itu Ya Rahman..
Cinta yang dengannya aku bisa banyak belajar dan ia pun bisa banyak belajar, sehingga kami bisa saling mengisi dan semakin berkembang karena cinta itu..
Titip satu cinta itu Ya Waliyy,,
Bimbing langkahnya, mudahkan urusannya, luaskan rizkinya dan jaga dia untuk tetap berada di jalan_Mu, mudahkanlah jalannya dalam menemukan aku disini..
Titip cinta itu Ya Karim,,
Jadikan hidupnya senantiasa bermanfaat, dan jangan lengahkan ia dgn fananya kehidupan dunia.. Semoga saat ini pun ia sedang berjuang di sana,senantiasaberjuang untuk menggapai Syurga_Mu.. Jadikan ia orang yang bersungguh-sungguh untuk kehidupan dunia dan lebih bersungguh-sungguh untuk kehidupan akhiratnya..
Titip satu cinta itu Ya Ghaffaar,,
Jadikan ia orang yang selalu mempelajari agama_Mu, orang yang selalu menyeru kepada agama_Mu.. jadikan ia Murrobi yang terbaik untukku dan anak2ku kelak, jadikan ia murobbi terbaik untuk keluarga dan masyarakat..
Titip cinta itu Ya Hafizh,,
Jaga aku dan jaga ia sampai waktu yang Kau tetapkan tiba, dan jadikanlah kami hamba2Mu yang senantiasa bersabar dan bersyukur..
Titip cinta itu Ya Rabb..
#RZInspirasi
Semoga cinta ini adalah cinta misi,bukan cinta nafsu.. Sehingga bisa membuatku lebih ikhlas dan bersabar dlm setiap prosesnya,dlm setiap penantiannya..
Ya Allah, Maha Pemilik Cinta..
Aku titipkan satu cinta itu padamu,jangan kau hadirkan dulu saat ini,jadikanlah itu sangat indah suatu saat nanti.. ketika waktunya telah tiba.. Waktu yang paling tepat dengan seseorang yang tepat,yang telah Kau persiapkan sejak dulu..
Titip satu cinta itu ya Allah..
Cinta yang akan membuatku semakin dekat dengan_Mu, cinta yang membuat Ia pun semakin dekat dengan_Mu.. Cinta yang membuat kami semakin mensyukuri betapa Luas nikmat dan karunia_Mu, dan membuat kami saling membimbing untuk mencapai ke-Ridho’an_Mu..
Titip satu cintaku Ya Mushawwir,,
Cinta yang bisa menghasilkan sebuah keluarga yang sakinah, cinta yang bisa menciptakan sebuah rumah yang hangat yang akan menjadi tempat bangkitnya peradaban agama_Mu..
Titip satu cinta itu Ya Malik..
Cinta yang darinya aku lahirkan para mujahid dan mujahidah yang tangguh.. yang senantiasa siap membela agama_Mu di garda terdepan.. Ksatria yang tidak pernah takut malawan musuh2Mu dan musuh2 Rasul_Mu..
Titip satu cinta itu ya Rabb..
Jagalah kami, bimbing langkah kami,, sehingga kami bisa sama2 terjaga dan akhirnya sama2 mendapatkan yg terjaga pula..
Titip satu cinta itu Ya Rahman..
Cinta yang dengannya aku bisa banyak belajar dan ia pun bisa banyak belajar, sehingga kami bisa saling mengisi dan semakin berkembang karena cinta itu..
Titip satu cinta itu Ya Waliyy,,
Bimbing langkahnya, mudahkan urusannya, luaskan rizkinya dan jaga dia untuk tetap berada di jalan_Mu, mudahkanlah jalannya dalam menemukan aku disini..
Titip cinta itu Ya Karim,,
Jadikan hidupnya senantiasa bermanfaat, dan jangan lengahkan ia dgn fananya kehidupan dunia.. Semoga saat ini pun ia sedang berjuang di sana,senantiasaberjuang untuk menggapai Syurga_Mu.. Jadikan ia orang yang bersungguh-sungguh untuk kehidupan dunia dan lebih bersungguh-sungguh untuk kehidupan akhiratnya..
Titip satu cinta itu Ya Ghaffaar,,
Jadikan ia orang yang selalu mempelajari agama_Mu, orang yang selalu menyeru kepada agama_Mu.. jadikan ia Murrobi yang terbaik untukku dan anak2ku kelak, jadikan ia murobbi terbaik untuk keluarga dan masyarakat..
Titip cinta itu Ya Hafizh,,
Jaga aku dan jaga ia sampai waktu yang Kau tetapkan tiba, dan jadikanlah kami hamba2Mu yang senantiasa bersabar dan bersyukur..
Titip cinta itu Ya Rabb..
#RZInspirasi
insya Allah ... Aamiin ...
Mohon maaf ...
Cuek ...
Dengan tidak menyapamu
Menanyakan "Bagaimana kabarmu...?"
Memberimu motivasi "Semangat !!!"
Bukan berarti aku tidak peduli, justru itulah bentuk peduliku dengan menjaga diriku dan dirimu. Memurnikan pengharapan hanya Kepada-Nya karena Dialah Yang Maha Mengetahui yang terbaik untuk Hamba-Nya ... Khawatir jika terlalu berharap kepada makhluk dan tidak sesuai dengan kenyataan maka akan berujung kekecewaan *siapa yg sakit ... ?
Sudahlah ...
Kalau jodoh tak akan kemana, pasti akan bersatu juga ...
Kalau jodoh tak akan kemana, pasti akan bersatu juga ...
insya Allah ... Do'aku menyertai perjuanganmu ... Mudah-mudahan segera temukan kepastian agar kita tidak lama dalam kebimbangan ketidakpastian ...
Berharap kelak jika kita bersatu, kita dapat berseru bersama
"Allahu Akbar ! Maha Besar Allah yang telah menyatukan kita."
Bukan cinta yang memilihmu, tapi Allah yang memilihmu untuk kucintai ...
(just for zaujiy (kelak)) ...
*KA
*Menanti Kepastian #MelawanLupa
*Pcn, 22 Rajab 1436 H / 11 Mei 2015 M
Minggu, 10 Mei 2015
Harap (ku) Harap (mu) adalah Harap Kepada-Nya
Bismillaah ...
Harap (mu)
Terukir jelas dalam pinta yang engkau tuturkan
Harap (ku) dalam istikharoh
Melambungkan ... Menguntaikan do'a Pada-Nya
Kisah ini ...
Bukan lagi semacam flash fiction yang bisa kita tentukan alurnya sendiri
Apakah sad ending atau happy ending ... ?
Namun, ini adalah hidup nyata dalam Skenario-Nya
Kita takkan pernah tahu (what, where, who, when, why and how) ... ?
Jelas ! Hanya do'a, ikhtiar dan tawakkal Kepada-Nya ...
Yakinlah wahai diri !
Semua telah tertulis jelas dalam Kitabnya Lauh Mahfudz jauh sebelum diri terlahir ke alam fana ini
Tetaplah istiqomah dalam Ridho-Nya, menyatukan Harap hanya Kepada-Nya ...
-----------------------
Menanti dalam ketaatan
Kuikhlaskan semua harapan
Bukan kepada makhluk tapi, kepada yang menciptakan makhluk ...
Allah ...
Guide us ... Bimbing kami dalam Ridho-Mu
Aamiin yaa Robbal aalamiin ...
*Pancana, diwarnai kicauan burung dan kokokan ayam ...
21 Rajab 1436 H / 11 Mei 2015 M
Harap (mu)
Terukir jelas dalam pinta yang engkau tuturkan
Harap (ku) dalam istikharoh
Melambungkan ... Menguntaikan do'a Pada-Nya
Kisah ini ...
Bukan lagi semacam flash fiction yang bisa kita tentukan alurnya sendiri
Apakah sad ending atau happy ending ... ?
Namun, ini adalah hidup nyata dalam Skenario-Nya
Kita takkan pernah tahu (what, where, who, when, why and how) ... ?
Jelas ! Hanya do'a, ikhtiar dan tawakkal Kepada-Nya ...
Yakinlah wahai diri !
Semua telah tertulis jelas dalam Kitabnya Lauh Mahfudz jauh sebelum diri terlahir ke alam fana ini
Tetaplah istiqomah dalam Ridho-Nya, menyatukan Harap hanya Kepada-Nya ...
-----------------------
Menanti dalam ketaatan
Kuikhlaskan semua harapan
Bukan kepada makhluk tapi, kepada yang menciptakan makhluk ...
Allah ...
Guide us ... Bimbing kami dalam Ridho-Mu
Aamiin yaa Robbal aalamiin ...
*Pancana, diwarnai kicauan burung dan kokokan ayam ...
21 Rajab 1436 H / 11 Mei 2015 M
Selasa, 28 April 2015
Jika Mau Bersabar Sedikit Saja, Bukankah Jodoh Sebenarnya Sederhana?
Perasaan bahagia saat melihat teman seperjuangan bersanding dengan pasangan pilihannya sering diikuti dengan pertanyaan yang muncul tanpa diminta,
“Duh, besok bakal bersanding di pelaminan sama siapa ya?”Rasa cemas, insecure sebab masih sendiri di usia yang kata orang sudah matang membuat kita merasa harus segera mengikuti jejak mereka. Urusan jodoh, tanpa sadar menjadikan kita manusia yang selalu khawatir — sampai benar-benar jadi pasangan sah di depan negara dan agama.
“Jodoh gue besok kayak gimana ya? Ketemunya masih lama nggak ya?”
Padahal jika mau bersabar sedikit saja– bukankah jodoh itu sebenarnya sederhana?
Selama ini kita seperti pecinta alam dan sutradara yang terlampau kreatif. Menerka dan membuka jalan, yang sebenarnya belum tentu diamini oleh semesta
Kita adalah manusia yang terlampau kreatif dalam mengarang cerita. Ada satu orang sahabat saya yang cuek setengah mati soal urusan
cinta. Sampai ulang tahunnya yang ke-24 dia memegang trophy sebagai
jomblo abadi. Isi hidupnya hanya kuliah, tetek-bengek organisasi, ikut
penelitian dosen, kumpul-kumpul bersama kami, lalu belakangan ikut
kursus pra nikah sesekali. Dengan statusnya yang masih sendiri.
Plot twist pun tiba. Saat kami masih galau soal pekerjaan pertama dan perkara membawa hubungan cinta ke arah mana — kami mendapat kabar bahwa jomblo abadi ini akan menikah dengan pria yang selama ini jadi kawan satu organisasinya. Akad akan dilakukan segera selepas lamaran, demi menghindari hal-hal yang keluar dari ajaran.
Geli rasanya. Kami yang sudah berinvestasi waktu pun perasaan dalam ikatan pacarab sekian lama justru belum berani mengikuti jejaknya. Menghadiri prosesi akadnya seperti membawa kaca ke depan muka:
Jika mau jujur sedikit saja, sebenarnya berapa banyak waktu kita yang sudah terbuang sia-sia?Saat kami menghabiskan masa muda dengan meratapi sakit hati, dia justru bebas loncat dari satu organisasi ke lembaga kemasyarakatan yang menarik hati. Dia boleh jadi tak merasakan debaran saat bertukar rayuan manis dengan pacar, tapi justru kebebasannya langsung bisa bercumbu sepuas hati membuat kami sedikit gusar.
Ketika kami terlalu sibuk bertukar janji demi masa depan bersama, sahabat saya ini justru langsung berani menjalaninya — bersama pria pilihannya.
Berkaca dari banyak pengalaman ternyata yang dibutuhkan hanya kemantapan dan sedikit kenekatan. Membangun masa depan tak memerlukan keahlian yang dibiakkan dari pacaran
Seringkali kalkulasi manusia dan kalkulasi semesta berjalan di plaform yang berbeda. 1095 hari bersama tidak membawa kemantapan yang sudah ditunggu sekian lama. Kita masih sering memandang wajah orang yang sudah kita genggam tangannya bertahun-tahun lamanya, kemudian membayangkan apakah masa depan benar-benar layak dijalani bersamanya.
Hubungan yang sudah sempurna di mata orang-orang bisa kandas. Perasaan yang kuat ternyata bisa hilang. Bersisian sekian lama, menerka masa depan berdua ternyata tidak menjanjikan apa-apa. Jika memang tidak ada niatan baik untuk membawa hubungan ini ke arah selanjutnya.
Inilah kenapa kisah-kisah “bertemu-orang-yang-tepat” setelah putus dari pacaran bertahun-tahun bermunculan. Kenekatan kerap muncul setelah dikecewakan. Keinginan membangun komitmen ternyata perlu didorong oleh hati yang sudah lelah menghadapi perihnya kegagalan. Ibarat lari maraton panjang, selepas garis finish kita hanya ingin meregangkan otot yang tegang — dalam sebuah peristirahatan yang jauh dari kata menantang.
Ternyata keyakinan untuk bisa membangun masa depan bersama tidak membutuhkan training bertahun-tahun lamanya. Kita bisa mengeliminasi keharusan PDKT, ratusan kali kencan, dan episode drama yang jumlahnya melebihi jari tangan.
Dalam banyak kasus justru kemantapan itu datang setelah memantaskan diri sebagai pribadi — selepas dipertemukan dengan orang yang juga sudah selesai dengan dirinya sendiri.
Jodoh toh bukan aljabar yang harus membuat kita sakit kepala. Bahkan prosesi peresmiannya berlangsung tak lebih dari hitungan menit saja
Bukankah tujuan akhir dari selalu ke mana-mana berdua adalah ucapan dalam satu hela nafas,
“Saya terima nikahnya!”atau prosesi khidmat pemberkatan di gereja?
Lucu bukan, jika kita rela menghabiskan waktu bertahun-tahun lamanya demi prosesi yang berlangsung bahkan lebih singkat dari wisuda?
Semakin dewasa, setelah jadi saksi bagaimana kawan-kawan menemukan pasangan hidupnya — pandangan kita terhadap jodoh justru akan makin sederhana. Ini bukan lagi soal kencan ke mana, mematut diri dengan baju apa, sampai berapa lama sudah saling mendampingi dan memanggil sayang ke depan muka.
Jodoh ternyata tak lebih dari soal keberanian, kesiapan sebagai pribadi bertemu dengan peluang, keyakinan bahwa hidup tak lagi layak diperjuangkan sendirian. Konsep jodoh yang dengan jelas sudah disiapkan Tuhan sebenarnya tidak menuntut kita untuk galau menantikannya.
Toh dia pasti akan datang sendiri. Bukankah Tuhan tidak akan bermain-main dengan janji?Kita-kita ini saja yang suka lebay mendramatisir suasana. Merasa paling merana jika belum menemukannya. Merasa hidup kurang sempurna jika belum bertemu pasangan yang bisa menggenapkan separuh jiwa. Padahal jika memang sudah waktunya, pintu jodoh itu akan terbuka dengan sendirinya. Mudah, sederhana, bahkan kadang tanpa banyak usaha.
Kalau memang bukan garisnya, diikat pakai batu akik pun, tak akan jadi jodoh kita seorang anak manusia. Jika memang begini hukumnya — haruskah kita galau dan bercemas diri lama-lama?
Pertunangan bisa gagal, khitbah bisa dibatalkan, pun resepsi bisa di-cancel beberapa jam sebelum perhelatan. Ikatan sebelum pernikahan (ternyata) tidak layak membuat kita merasa aman, pun bangga karena merasa sudah punya pasangan. Sebab ternyata tak ada yang bisa memberi jaminan.Janji-janji manis yang sudah terucap sebelumya tidak akan berarti apa-apa sampai ada tanda sah di depan negara dan agama. Cincin berlian, atau bahkan batu akik yang sedang hits itu tak akan membantu apapun, jika memang jalan hidup berkata sebaliknya.
Daripada mencemaskan yang sudah tergariskan, mengapa kita tidak mengusahakan yang bisa diubah lewat usaha keras? Rejeki, pekerjaan, membuka kesempatan untuk kembali studi di luar negeri, sampai memutar otak demi membahagiakan orangtua yang sudah tak semandiri dulu lagi misalnya? Hal-hal itu lebih layak mengakuisisi ruang otak kita dibanding terus-terusan galau memikirkan pasangan yang sudah jelas dipersiapkan oleh yang Maha Kuasa.
Akan tiba masanya, ketika kita memandang orang yang tertidur dengan lelap di sisi kanan sembari mengulum senyum. Ternyata begini jalannya. Ternyata inilah jodoh kita yang telah disiapkan oleh semesta. Suatu hari, semua kecemasan yang memenuhi rongga kepala ini hanya akan jadi bahan tertawaan saja.
Bolehkah mulai sekarang kita berusaha lalu berserah saja? Sebab pada akhirnya, jodoh toh sebenarnya sederhana.
Sumber : http://www.hipwee.com/motivasi/jika-mau-bersabar-sedikit-saja-bukankah-jodoh-sebenarnya-sederhana/
Etika Bergaul Dengan Lawan Jenis
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و أصحابه أجمعين
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Meski memiliki kedudukan tinggi, memiliki harta yang melimpah dan martabat yang tinggi, mereka tetaplah makhluk yang lemah, sebagaimana Allah kabarkan di dalam kitab-Nya,
وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا
“Dan manusia diciptakan dalam keadaan lemah.” (QS. An Nisa` : 28)
Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang tidak akan terlepas dari interaksi dengan orang lain, baik dengan orang tua, saudara, kerabat, teman maupun tetangga. Baik dengan kaum laki-laki maupun kaum perempuan, baik yang muda maupun yang tua. Maka syariat Islam datang untuk mengatur tentang adab-adab bergaul dengan sesama melalui perantara Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Beliau adalah manusia yang paling agung akhlaknya, termasuk tatkala beliau berinteraksi. Sebagaimana firman Allah,
وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan sesungguhnya engkau berada di atas akhlak yang agung.” (QS. Al Qalam : 4)
Oleh karena itu, kita diperintahkan untuk mengikuti beliau dan menjadikan beliau teladan yang baik dalam hidup kita karena telah jelas keterangan dari Allah,
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
“Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu contoh teladan yang baik bagi kalian.”(QS. Al Ahzab : 21)
Pada zaman ini, interaksi antara laki-laki dan perempuan sudah sangat
bebas, bahkan tak ada batas, baik di dunia maya maupun nyata. Hal itu
dapat kita temui di lingkungan kampus, sekolah, masyarakat, dan
tempat-tempat lainnya. Kita akan dapati banyak fenomena yang miris.
Sangat disayangkan adanya para pemuda-pemudi yang mengumbar kesenangan
dunia yang pada hakikatnya adalah pintu menuju perzinaan yang akan
mengantarkan pada kemurkaan Allah Sungguh sangat menakutkan balasan yang
akan diberikan bagi pelaku zina. Andaikan seseorang merenungkan hal
ini, maka dia akan berpikir seribu kali untuk mendekati perbuatan zina.Islam mengajarkan adab-adab yang baik ketika bergaul dengan orang lain, termasuk dengan lawan jenis. Islam memberikan batasan-batasan interaksi antara laki-laki dan perempuan dalam rangka menjaga keduanya dari fitnah. Tetapi banyak orang tidak memperhatikan hal ini karena menganggapnya tidak penting bahkan dianggap akan membebani mereka. Padahal agama Islam itu agama yang mudah dan tidak membebani umatnya. Allah-lah Yang Maha Tahu tentang agama ini. Tidaklah Dia menciptakan syariat ini kecuali untuk kebaikan makhluk-Nya.
Siapa yang aman dari fitnah
Adakah yang aman dari fitnah ketika seseorang berinteraksi dengan lawan jenis? Kemungkinan ada tetapi hanya sedikit karena Allah akan menguji laki-laki dengan ujian yang berat yaitu wanita. Sebagaimana sabda Rasulullah,
مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
“Tidaklah aku tinggalkan sepeninggalku fitnah (ujian) yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki daripada (fitnah) wanita.” (HR. Bukhari no. 5096 dan Muslim no.7122)
Bagi orang-orang yang berkesempatan untuk menuntut ilmu di pondok pesantren, bisa saja aman dari fitnah karena tidak ada interaksi antara santri laki-laki dan perempuan secara langsung. Namun bagi yang tidak di pesantren, yaitu mereka yang hidup di tengah-tengah masyarakat yang penuh keragaman pola hidup dan pergaulan yang bebas, mereka berpeluang besar untuk terkena fitnah jika mereka tak pandai-pandai dalam menjaga pergaulan.
Lalu bagaimana dengan para aktivis dakwah, apakah mereka juga aman dari fitnah? Ada orang yang beranggapan bahwa mereka aman dari fitnah karena mereka telah berbekal ilmu agama sehingga kebal terhadap fitnah, apalagi fitnah wanita. Apakah hal itu menjamin? Tidak.
Bahkan orang yang alim sekalipun, mereka juga berpeluang terkena fitnah tatkala berinteraksi dengan lawan jenis. Semua tergantung usaha masing-masing orang, bagaimana cara seseorang meminimalisir interaksi dengan lawan jenis dan senantiasa membentengi diri dengan iman. Jika seseorang memiliki keimanan yang tinggi maka ia akan berusaha sungguh-sungguh untuk menjauhi hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah.
Adab yang disyariatkan ketika berinteraksi dengan lawan jenis
Ada beberapa adab yang hendaknya dilakukan ketika berinteraksi dengan lawan jenis, yaitu:
- Menundukkan pandangan
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
“Katakanlah kepada orang laki-laki
yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara
kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An Nur : 30)
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nur : 31)
Manfaat dari menjaga pandangan ini adalah agar ketika berinteraksi, seseorang tidak terfitnah dengan lawan jenis dan tidak menjadi sumber fitnah. Hendaknya seseorang tidak mengumbar pandangannya dan senantiasa menjaga hatinya. Jika seseorang tidak sengaja melihat lawan jenis maka hendaknya dia langsung menundukkan pandangannya, bukan malah menuruti keinginan untuk melihat berulang kali, baik karena kecantikannya, rasa penasaran terhadap orang yang baru saja dilihat, maupun karena iseng-iseng saja. Stop dan jangan teruskan pandanganmu meski hanya melirik kepada hal yang tak layak kau pandangi! Cukuplah kau jaga hatimu dan tundukkan pandanganmu.
Ada suatu kisah mengesankan dari seorang yang shalih. Suatu hari, ada seorang shalih berangkat ke tempat shalat. Ketika ia pulang, istrinya bertanya, “Berapa wanita cantik yang telah engkau lihat?”. Orang shalih itupun menjawab, “Demi Allah, semenjak aku berangkat hingga aku pulang, tidaklah aku melihat kecuali ibu jari kaki-kakiku!”Pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah tadi adalah kesungguhannya dalam menjaga pandangannya dari hal-hal yang bukan menjadi haknya untuk dilihat. Lalu bagaimana dengan orang yang belum memiliki pasangan hidup? Seharusnya dia lebih berusaha keras untuk menjaga pandangannya.
- Menjaga diri agar tidak menjadi sumber fitnah
Baik laki-laki maupun perempuan harus senantiasa berusaha menjaga dirinya agar dia tidak menjadi fitnah bagi lawan jenisnya tatkala bergaul dengannya. Tidak dipungkiri lagi bahwasanya hati manusia sangatlah lemah.Ketika seorang perempuan berbicara di depan laki-laki hendaklah tidak menggunakan nada yang mendayu-dayu, tetapi nada yang datar saja sebab dengan begitu si laki-laki tersebut tidak akan terfitnah dengan suara perempuan.
Begitu pula ketika berjalan dan bertingkah laku hendaknya tetap memperhatikan adab. Seringkali karena si perempuan saking senangnya mengobrol dengan temannya sampai-sampai dia tidak mempedulikan keadaan sekitar. Ternyata di dekatnya ada laki-laki yang sedang konsentrasi mengerjakan sesuatu tetapi karena mendengar suara perempuan yang begitu indah, konsentrasi si laki-laki menjadi buyar. Walhasil apa yang dia kerjakan menjadi kacau. Bahkan hafalan seseorang akan hilang seketika ketika melakukan maksiat, yaitu melihat apa-apa yang Allah larang untuk melihatnya.
Ingatlah saudariku… Saudara kita mungkin merasa terganggu hatinya dengan sikap dan lisan kita. Mereka berusaha menjaga hati mereka dengan susah payah, tapi justru kita tak membantu mereka agar terjaga dari fitnah? Sungguh sayang jika kita tak peduli dengan saudara kita.
Laki-laki pun juga harus menjaga dirinya agar tidak menjadi sumber fitnah sama seperti halnya perempuan. Ketahuilah bahwa hati perempuan itu lemah semisal kaca, sebagaimana sabda Rasulullaah,
ارْفُقْ بِالْقَوَارِيرِ
“Lembutlah kepada kaca-kaca (para wanita)” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan ini lafazh miliknya)
Mereka akan mudah merasa GR kepada seorang laki-laki yang memberinya perhatian, mereka memiliki perasaan yang lebih sensitif. Oleh karena itu, jangan memberikan rayuan-rayuan pada perempuan yang bukan istrinya. Bersikaplah sewajarnya pada mereka karena dengan begitu mereka juga akan bersikap sewajarnya terhadap kalian. Intinya antara laki-laki dan perempuan hendaknya saling membantu bukan saling menjatuhkan.
- Jangan berdua-duaan (berkhalwat)
لَا يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا
“Janganlah salah seorang di antara
kalian berkhalwat dengan seorang wanita karena sesungguhnya syaithan
menjadi orang ketiga di antara mereka berdua.” (HR. Ahmad)
Tidak boleh bagi laki-laki dan perempuan ber-khalwat karena yang ketiga adalah setan yang akan membisikkan keburukan bagi keduanya sehingga keduanya akan terjerumus pada hal-hal yang dilarang dalam syariat Islam. Baik mereka melakukannya dengan alasan yang dipandang baik misal untuk belajar, menunggu dosen di kelas, jajan bareng, apalagi berboncengan bareng, bahkan sampai bergandengan tangan.
Sungguh mereka akan diancam dengan ancaman yang pedih sebagaimana dalam sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam,
لَأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لَا تَحِلُّ لَهُ
“Tertusuknya kepala salah seorang di
antara kalian dengan jarum besi, lebih baik daripada ia menyentuh wanita
yang tidak halal baginya.”(HR. Thabrani[1])
Secuil nasihat ini saya sampaikan sebagai pengingat bagi saya sendiri juga teruntuk saudara-saudaraku seiman agar berhati-hati dan senantiasa memperhatikan adab ketika bergaul dengan lawan jenis. Semoga Allah meneguhkan iman kita dan mengistiqamahkan hati-hati kita di atas agama Allah yang haq.
Alhamdulillaahi alladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.
Maraaji’:
Al Qur’an Al Karim
Adab Bergaul Agar Dicintai Allah kemudian Dicintai Manusia. Fariq bin Gasim Anuz. 2004. Darul Falah
http://remajaislam.com/gaya-muda/cinta/38-adab-bergaul-dengan-lawan-jenis.html
oldblog.majeedr.com
Ditulis oleh :
Ummu Shofiyyah
Santri Ma’had Al ‘Ilmi Yogyakarta tahun ajaran 1434/1435
[1] Al Mundziri mengatakan, “Perawinya tsiqah, termasuk perawi kitab Shahih” (lihat Shahih At Targhib wat Tarhib, 2/191)
Biasa - Biasa Saja
Mungkin intinya begini :
Biasa-Biasa Saja ...
Jaga diri dalam interaksi dengan lawan jenis yg bukan mahrom, kita masih tetap bisa saling membantu jika ada keperluan, tapi setelah urusan rampung, selesai sudah... Tak perlu ada hubungan yg lebih akrab, apalagi dalam ranah pribadi ...
Begitu, Bukan ... ?
-Saling menjaga diri-
Biasa-Biasa Saja ...
Jaga diri dalam interaksi dengan lawan jenis yg bukan mahrom, kita masih tetap bisa saling membantu jika ada keperluan, tapi setelah urusan rampung, selesai sudah... Tak perlu ada hubungan yg lebih akrab, apalagi dalam ranah pribadi ...
Begitu, Bukan ... ?
-Saling menjaga diri-
Saya ...
Dengan ilmu yg masih sangat minim, ikhtiar terus belajar dalam memperbaiki diri ... Ingatkan diri ini yg kadang masih lalai ...
--- Self Reminder
Dengan ilmu yg masih sangat minim, ikhtiar terus belajar dalam memperbaiki diri ... Ingatkan diri ini yg kadang masih lalai ...
--- Self Reminder
Suara
wanita termasuk kehormatan yang harus dijaga. Jadi sebaiknya tidak
perlu bicara mendayu2, dimanja2in, didesah2kan, apalagi kalau bicara
dengan lawan jenis yang bukan siapa2 kalian (baik secara langsung atau lewat telepon, dsbgnya). Itu bisa jadi sumber masalah buat diri sendiri.
Ini saran saja, bicaralah yang biasa2 saja, dengan intonasi biasa2 saja. Tidak jutek, tidak menyebalkan, pun tidak genit2.
Nah, kalau kalian merasa unyu lebih oke, bermanja2 itu keren, tentu tidak akan ada yang melarang. Karena di luar sana, toh memang banyak cowok pesolek yang suka.
--Tere Liye
Nah, kalau kalian merasa unyu lebih oke, bermanja2 itu keren, tentu tidak akan ada yang melarang. Karena di luar sana, toh memang banyak cowok pesolek yang suka.
--Tere Liye
Ini Hidup Anda ... !!!
:: DUA ORANG IBU DAN PEMILIK TOKO ::
Suatu hari, ada 2 orang ibu memasuki toko pakaian dan ingin membeli baju. Ternyata pemilik toko itu lagi "bad mood" sehingga dia tidak melayani pelanggannya dengan baik, termasuk kedua orang ibu tadi. Malah si pemilik toko terkesan buruk, tidak sopan dengan muka cemberut.
Ibu pertama JENGKEL menerima layanan yang buruk seperti itu. Yang mengherankan, ibu kedua TETAP ENJOY, bahkan bersikap sopan pada penjualnya.
IBU PERTAMA : "Mengapa Ibu bersikap demikian sopan pada penjual yang menyebalkan itu?"
IBU KEDUA : "Kenapa saya harus mengizinkan dia MENENTUKAN CARAKU dalam bertindak? Kitalah penentu atas hidup kita, bukan orang lain."
IBU PERTAMA : "Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali?"
IBU KEDUA : "Itu masalah dia. Kalau dia mau "bad mood", tidak sopan, melayani dengan buruk, toh tidak ada kaitannya dengan kita kan? Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan menentukan hidup kita, padahal kita yang bertanggung jawab atas diri kita".
Tindakan kita kerap kali dipengaruhi oleh tindakan orang lain. Kalau orang memperlakukan kita buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang buruk juga dan sebaliknya. Kalau orang tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit pada kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba jadi demikian pelit jika harus berurusan dengan orang tersebut. Ini berarti tindakan kita dipengaruhi oleh tindakan orang lain.
Kalau direnungkan, sebenarnya betapa tidak arifnya tindakan kita. Kenapa untuk berbuat baik saja, harus menunggu orang lain baik dulu? Jagalah suasana hati kita sendiri, jangan biarkan sikap buruk orang lain menentukan cara kita bertindak !!!
Kita yang bertanggung jawab atas hidup kita, bukan orang lain. Hidup kita terlalu berharga, oleh sebab itu: "MAKE YOUR SELF HAVE A MEANING FOR OTHERS" PEMENANG KEHIDUPAN adalah orang yang TETAP SEJUK di tempat yang PANAS. TETAP MANIS di tempat yang sangat PAHIT. TETAP MERASA KECIL meskipun telah menjadi BESAR. Dan yang TETAP TENANG di tengah BADAI yang paling HEBAT. (Sumber: http://yesmaya.blogspot.com/)
Suatu hari, ada 2 orang ibu memasuki toko pakaian dan ingin membeli baju. Ternyata pemilik toko itu lagi "bad mood" sehingga dia tidak melayani pelanggannya dengan baik, termasuk kedua orang ibu tadi. Malah si pemilik toko terkesan buruk, tidak sopan dengan muka cemberut.
Ibu pertama JENGKEL menerima layanan yang buruk seperti itu. Yang mengherankan, ibu kedua TETAP ENJOY, bahkan bersikap sopan pada penjualnya.
IBU PERTAMA : "Mengapa Ibu bersikap demikian sopan pada penjual yang menyebalkan itu?"
IBU KEDUA : "Kenapa saya harus mengizinkan dia MENENTUKAN CARAKU dalam bertindak? Kitalah penentu atas hidup kita, bukan orang lain."
IBU PERTAMA : "Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali?"
IBU KEDUA : "Itu masalah dia. Kalau dia mau "bad mood", tidak sopan, melayani dengan buruk, toh tidak ada kaitannya dengan kita kan? Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan menentukan hidup kita, padahal kita yang bertanggung jawab atas diri kita".
Tindakan kita kerap kali dipengaruhi oleh tindakan orang lain. Kalau orang memperlakukan kita buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang buruk juga dan sebaliknya. Kalau orang tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit pada kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba jadi demikian pelit jika harus berurusan dengan orang tersebut. Ini berarti tindakan kita dipengaruhi oleh tindakan orang lain.
Kalau direnungkan, sebenarnya betapa tidak arifnya tindakan kita. Kenapa untuk berbuat baik saja, harus menunggu orang lain baik dulu? Jagalah suasana hati kita sendiri, jangan biarkan sikap buruk orang lain menentukan cara kita bertindak !!!
Kita yang bertanggung jawab atas hidup kita, bukan orang lain. Hidup kita terlalu berharga, oleh sebab itu: "MAKE YOUR SELF HAVE A MEANING FOR OTHERS" PEMENANG KEHIDUPAN adalah orang yang TETAP SEJUK di tempat yang PANAS. TETAP MANIS di tempat yang sangat PAHIT. TETAP MERASA KECIL meskipun telah menjadi BESAR. Dan yang TETAP TENANG di tengah BADAI yang paling HEBAT. (Sumber: http://yesmaya.blogspot.com/)
Minggu, 19 April 2015
Diriku ... !!! Makhluk Ciptaan-Nya ...
Diawali dengan lirik nasyid dari Edcoustic (dengan sedikit perubahan)
Menjadi Diriku
Tak seperti bintang di langit
Tak seperti indah pelangi
Karna diriku bukanlah mereka
Ku apa adanya
Wajahku kan memang begini
Sikapku jelas tak sempurna
Ku akui ku bukanlah mereka
Ku apa adanya
Menjadi diriku
dengan segala kekurangan
Menjadi diriku
Atas kelebihanku
Namun ku bersyukur atas apa yang kupunya
Setiap waktu kunikmati
Untuk hidup yang kumiliki
Hmmm ... Diriku ...
Berbicara mengenai diriku ...
Sosok yang dari segi fisik, mungkin tak terlalu diperhatikan
Dengan tampilan yang sangat sederhana atau bisa dibilang pas-pasan (Alhamdulillaah)
Tinggi sederhana, berkulit coklat, bergigi gingsul & tidak rata, wajah yang sensitif, dll
Maybe, di suatu waktu agak minder dengan teman-teman yang tercipta begitu indah, cantik dan menawan. Namun, tidak ! Tidak ada kebahagiaan yang kudapatkan dari keminderan ini ...
Aku ... Harus bisa ...
Menghargai diriku sendiri ...
Mencintai diriku sendiri ...
Menyayangi diriku sendiri ...
Pe-De ... Yah kuncinya Percaya Diri ...
Pe-De dengan diriku menumbuhkan rasa syukur, rasa sabar, rasa ikhlas dalam menerima diriku dengan apa yang ada, sembari berusaha merawat apa yang Allah amanahkan ...
Yah ... Di sinilah letak kebahagiaanku ...
Saat ada lontaran kata-kata negatif yang menyakiti hatimu,jangan hiraukan selama bukan kita yang menyakiti mereka ...
Lagian, kenapa harus minder ... ???
Toh kita semua diciptakan dengan potensi yang ada pada diri kita masing-masing, tinggal bagaimana kita memanfaatkan potensi tersebut dengan baik, terutama baik dalam Pandangan-Nya ...
Yah ... Dalam kalam-Nya, kita adalah sebaik-baiknya ciptaan ...
Hal ini tertuang dalam Al- Qur’an di Surah At-Tin ayat 4 “ Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.
Tidak ada kata bahwa yang cantik fisiklah yang paling baik. Tidak ada !
Yang ada Kita semua berkesempatan untuk menjadi Cantik di Hadapan-Nya ...
Bukankah dalam sebuah hadits mengatakan bahwa ...
Abu Hurairah radhiallahu anhu.. Abdurrahman bin Sakhr berkata bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. bersabda, “Sesungguhnya, Allah tidak melihat bentuk tubuh dan rupamu. Akan tetapi, Dia melihat hatimu sekalian.” (HR.Muslim)
Nah, ini kabar baik bukan ... ???
Untuk apa kita hidup ? Untuk siapa kita hidup ? Akan kemana kita setelah hidup ?
Jawabannya : Allah ...
Jadi, perbaiki hati untuk cantik di Hadapan-Nya ...
Menjadi Diriku
Tak seperti bintang di langit
Tak seperti indah pelangi
Karna diriku bukanlah mereka
Ku apa adanya
Wajahku kan memang begini
Sikapku jelas tak sempurna
Ku akui ku bukanlah mereka
Ku apa adanya
Menjadi diriku
dengan segala kekurangan
Menjadi diriku
Atas kelebihanku
Namun ku bersyukur atas apa yang kupunya
Setiap waktu kunikmati
Untuk hidup yang kumiliki
Hmmm ... Diriku ...
Berbicara mengenai diriku ...
Sosok yang dari segi fisik, mungkin tak terlalu diperhatikan
Dengan tampilan yang sangat sederhana atau bisa dibilang pas-pasan (Alhamdulillaah)
Tinggi sederhana, berkulit coklat, bergigi gingsul & tidak rata, wajah yang sensitif, dll
Maybe, di suatu waktu agak minder dengan teman-teman yang tercipta begitu indah, cantik dan menawan. Namun, tidak ! Tidak ada kebahagiaan yang kudapatkan dari keminderan ini ...
Aku ... Harus bisa ...
Menghargai diriku sendiri ...
Mencintai diriku sendiri ...
Menyayangi diriku sendiri ...
Pe-De ... Yah kuncinya Percaya Diri ...
Pe-De dengan diriku menumbuhkan rasa syukur, rasa sabar, rasa ikhlas dalam menerima diriku dengan apa yang ada, sembari berusaha merawat apa yang Allah amanahkan ...
Yah ... Di sinilah letak kebahagiaanku ...
Saat ada lontaran kata-kata negatif yang menyakiti hatimu,jangan hiraukan selama bukan kita yang menyakiti mereka ...
Lagian, kenapa harus minder ... ???
Toh kita semua diciptakan dengan potensi yang ada pada diri kita masing-masing, tinggal bagaimana kita memanfaatkan potensi tersebut dengan baik, terutama baik dalam Pandangan-Nya ...
Yah ... Dalam kalam-Nya, kita adalah sebaik-baiknya ciptaan ...
Hal ini tertuang dalam Al- Qur’an di Surah At-Tin ayat 4 “ Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.
Tidak ada kata bahwa yang cantik fisiklah yang paling baik. Tidak ada !
Yang ada Kita semua berkesempatan untuk menjadi Cantik di Hadapan-Nya ...
Bukankah dalam sebuah hadits mengatakan bahwa ...
Abu Hurairah radhiallahu anhu.. Abdurrahman bin Sakhr berkata bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. bersabda, “Sesungguhnya, Allah tidak melihat bentuk tubuh dan rupamu. Akan tetapi, Dia melihat hatimu sekalian.” (HR.Muslim)
Nah, ini kabar baik bukan ... ???
Untuk apa kita hidup ? Untuk siapa kita hidup ? Akan kemana kita setelah hidup ?
Jawabannya : Allah ...
Jadi, perbaiki hati untuk cantik di Hadapan-Nya ...
Sabtu, 18 April 2015
Dalam Asa Lembaran Mimpi-Mimpi
Di sini ...
Yah masih di sini
Berjibaku dengan tuts-tuts keyboard
Bergelut dengan lembaran fotocopy
Bersapa dengan para pelanggan
Beberapa jam kemudian
Berangkat ke medan yang lain
Duduk berjejer di kursi kayu
Menoreh tulisan di lembaran kertas
Karena Ini ...
Sebagian dari kisah perjuangan masa mudaku
Meniti asa dan cita-cita
Dibawah naungan langit biru
Perjuangan meraih impian
Dalam lelah, ikhtiar tetap tegar
Dalam letih, ikhtiar tetap kuat
Dalam lunglai, ikhtiar tetap bangkit
Berharap kelak menjadi sebuah kisah inspiratif
Untuk Anak & Cucuku
Bahwa Hidup itu butuh perjuangan
Ikhtiar, Do'a dan Tawakkal
Manfaatkan masa muda sebelum datang masa tua ...
Terbayangkan sampai di suatu masa
Seorang nenek tua berkerudung putih
Duduk ongkang-ongkang kaki
Mengeja Al Qur'an bersama cucu-cucu lincah nan menggemaskan ...
Duduk pula di sampingnya seorang kakek berkopiah putih, berkacamata
Tampak wibawa membimbing bocah-bocah lugu di samping kanan dan kirinya ...
Hmmm ... Sungguh damai membayangkan saat-saat itu ...
#Intermezzo
insya Allah kelak Karlina akan jadi nenek-nenek ... :D (Jika umur masih ada)
membayangkan anak cucuku sedang membaca tulisan ini :v
dan berkata "Ternyata Nenek Linaku seorang Pejuang." :-)
#Akankah hal ini akan menjadi nyata ...???
Jawabannya : Wallahu a'lam ...
Karena sesungguhnya, kita takkan pernah tahu
Apakah 1 Menit, I Jam, 1 Hari, 1 Pekan, 1 Tahun yang akan datang ...
Kita masih di dunia ini ???
So, manfaatkan masa yang ada ...
Ini hanyalah gambaran, tepatnya harapan seorang hamba ...
Namun, keinginan terbesar adalah kelak dapat beristirahat dengan indah di Jannah-Nya ...
May we all meet there one day ^_^ Aamiin ...
See u in there, insya Allah ...
*KA
*Merangkai bait disela-sela aktivitas
Yah masih di sini
Berjibaku dengan tuts-tuts keyboard
Bergelut dengan lembaran fotocopy
Bersapa dengan para pelanggan
Beberapa jam kemudian
Berangkat ke medan yang lain
Duduk berjejer di kursi kayu
Menoreh tulisan di lembaran kertas
Karena Ini ...
Sebagian dari kisah perjuangan masa mudaku
Meniti asa dan cita-cita
Dibawah naungan langit biru
Perjuangan meraih impian
Dalam lelah, ikhtiar tetap tegar
Dalam letih, ikhtiar tetap kuat
Dalam lunglai, ikhtiar tetap bangkit
Berharap kelak menjadi sebuah kisah inspiratif
Untuk Anak & Cucuku
Bahwa Hidup itu butuh perjuangan
Ikhtiar, Do'a dan Tawakkal
Manfaatkan masa muda sebelum datang masa tua ...
Terbayangkan sampai di suatu masa
Seorang nenek tua berkerudung putih
Duduk ongkang-ongkang kaki
Mengeja Al Qur'an bersama cucu-cucu lincah nan menggemaskan ...
Duduk pula di sampingnya seorang kakek berkopiah putih, berkacamata
Tampak wibawa membimbing bocah-bocah lugu di samping kanan dan kirinya ...
Hmmm ... Sungguh damai membayangkan saat-saat itu ...
#Intermezzo
insya Allah kelak Karlina akan jadi nenek-nenek ... :D (Jika umur masih ada)
membayangkan anak cucuku sedang membaca tulisan ini :v
dan berkata "Ternyata Nenek Linaku seorang Pejuang." :-)
#Akankah hal ini akan menjadi nyata ...???
Jawabannya : Wallahu a'lam ...
Karena sesungguhnya, kita takkan pernah tahu
Apakah 1 Menit, I Jam, 1 Hari, 1 Pekan, 1 Tahun yang akan datang ...
Kita masih di dunia ini ???
So, manfaatkan masa yang ada ...
Ini hanyalah gambaran, tepatnya harapan seorang hamba ...
Namun, keinginan terbesar adalah kelak dapat beristirahat dengan indah di Jannah-Nya ...
May we all meet there one day ^_^ Aamiin ...
See u in there, insya Allah ...
*KA
*Merangkai bait disela-sela aktivitas
Jumat, 17 April 2015
Keep Istiqomah ...!!!
Kau tahu ... ???
Sulitnya istiqomah saat beribu ujian dan godaan menghampiri ...Namun ...
Satu yang kuyakini,
Tidak ada perjuangan dalam ketaatan yang berakhir sia-sia ^_^
Yakinlah ...
"Kadang kebaikan itu sukar untuk dilaksanakan. Pahit, sakit, tapi setelah dilakukan akan terasa manis, damai, sejuk di hati ... Sebaliknya, keburukan itu mudah dan indah tapi, apabila dilakukan akan terasa pahit, resah dan menumbuhkan penyesalan. Maka tolaklah keburukan dengan sebuah kebaikan."
Ingatlah selalu !!!
1. Manfaatkan hidupmu sebelum matimu
2. Manfaatkan waktu luangmu sebelum waktu sempitmu
3. Manfaatkan sehatmu sebelum datang sakitmu
4. Manfaatkan masa mudamu sebelum datang masa tuamu
5. Manfaatkan kayamu sebelum datang miskinmu
Untuk diri yang kadang lelah
Untuk diri yang kadang lena
Untuk diri yang kadang lelah
Untuk diri yang kadang lena
Untuk diri yang kadang lalai
Bangkitlah !!!
Pahami hakikat kehidupan
Bangkitlah !!!
Pahami hakikat kehidupan
Sedikit coretan untuk menjadi alarm hidupku ...
*KA
*KA
Mainkan saja peranmu.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika pasangan lain mengasuh bersama dalam cinta untuk buah hati, sedang kau terpisah jarak karena suatu sebab. Mainkan saja peranmu, suatu hari percayalah bahwa Allah akan membersamai kalian kembali.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika katamu lelah ini seakan tiada habisnya, menjadi punggung padahal rusuk. Mainkan saja peranmu, bukankah semata-mata mencari ridha Allah? Lelah yang Lillah, berujung maghfirah.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika belahan jiwa nyatanya bukan seperti imajinasimu dulu, mainkan saja peranmu, bukankah Allah yang lebih tahu mana yang terbaik untukmu? tetap berjalan bersama ridha-Nya dan ridhanya, untuk bahagia buah cinta.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika timbul iri pada mereka yang dalam hitungan dekat setelah pernikahannya, langsung Allah beri anugerah kehamilan, sedangkan kau kini masih menanti titipan tersebut. Mainkan saja peranmu dengan sebaik-sebaiknya sambil tetap merayu Allah dalam sepertiga malam menengadah mesra bersamanya.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika hari-hari masih sama dalam angka menanti, menanti suatu bahagia yang katamu bukan hanya untuk satu hari dan satu hati. Mainkan saja peranmu sambil perbaiki diri semata-mata murni karena ketaatan pada-Nya hingga laksana Zulaikha yang sabar menanti Yusuf tambatan hati, atau bagai Adam yang menanti Hawa di sisi.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika ribuan pasangan pengantin mengharapkan amanah Ilahi, membesarkan anak kebanggaan hati, dan kau kini, membesarkan, mengasuh dan mendidik anak yang meski bukan dari rahimmu. Mainkan saja peranmu, sebagai ibu untuk anak dari rahim saudarimu.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ibrahim, melaksanakan peran dari Allah untuk membawa istri dan anaknya ke padang yang kering. Kemudian, rencana Allah luar biasa, menjadikannya kisah penuh hikmah dalam catatan takdir manusia.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ayub yang nestapa adalah bagian dari hidupnya, dan kau dapati ia tetap mempesona, menjadikannya kisah sabar yang tanpa batas berujung surga.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai nabiyullah lainnya. Berkacalah pada mereka, dan jejaki kisah ketaatannya, maka taat adalah cinta.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Taat yang dalam suka maupun tidak suka.Taat yang bukan tanpa keluh, namun mengupayakan agar keluh menguap bersama doa-doa yang mengangkasa menjadikan kekuatan untuk tetap taat.
Mainkan saja peranmu, dalam taat kepada-Nya, dan karena-Nya.
Langganan:
Postingan (Atom)



.png)




