Jumat, 13 Maret 2015

Kehilangan Dompet

Astaghfirullaah ...


Kamis, 05 Maret 2015
Sore hari di tempat kerja, di luar hujan deras ...
Waktu menunjukkan pukul 5 lewat. Saatnya untuk pulang, bergegas ambil tas di ruangan dalam di atas meja. Periksa perlengkapan. sempat kaget, kok bisa tas-tas kecil ini terbuka ? (tas yang biasa saya simpan dompet) Ahh .. mungkin sy yg lupa tutup ...
Tapi ... kemana dompetnya ? pikirku . Mungkin ketinggalan di rumah behubung tadi pagi buru-buru jadi tak sempat dicek. Berusaha untuk menenangkan diri ...

Sesampai di rumah, cek di kamar,bongkar-bongkar meja belajar, tidak ada juga :(
"Ma ... Bukan kita yang simpan dompetku?"
"Bukan ... Dimana memang Nak kamu simpan?"
"Itumi ... Saya lupai juga, perasaan kemarin waktu dari Bank masih adaji itu dompet."
"Ingat-ingat i dulu."
Pusing, bongkar sana sini tidak dapat-dapat juga.
Sebenarnya di dalam dompet, tidak ada uangnya tapi ... Surat-Surat berharga semua ada di sana (KTP, SIM, STNK, Kartu Mahasiswa, Kartu Goldar, Kartu Berobat dll) hanya ATM yg masih selamat krn berada di tempat yg terpisah ... Ahhh ... terbayang bagaimana repotnya pengurusan kembali.
Setelah meluapkan kekesalannya atas keceobohanku.
"Sabarmi saja,jadikan pelajaran."ucap Mama menenangkan.
Ini adalah kata-kata yang mengurangi beban pikiran sy.
Semalam sedikit insomnia, kepikiran terus sama dompetnya, tapi kembali tenangkan diri. Jika memang ditakdikan utk bertemu tentu akan kembali juga ats Izin-Nya, tp jika memang tidak dipertemukan lagi, mudah-mudahan dimudahkan segala urusannya. Aamiin ...

Jum'at 06 Maret 2015
Karena dompetnya belum ketemu jg, jadi saya berhubungan dengan cabang SAMSAT terdekat, katanya Bapak di Samsat ambil Surat Keterangan Hilang dulu di Polsek terdekat.
Meluncurlah sy ke Polsek, ini adalah kali pertama berhadapan dgn Bapak-Bapak di Kantor Polisi. Alhamdulillaah Bapak Polisinya ramah-ramah, disuruh fotocopy  BPKB dulu terus duduk di ruang tertentu lalu ditanya-tanya perihal bagaimana2nya setelah itu selesai. Resmilah Surat Keterangan Kehilangan dompet saya, walaupun di dalam lubuk hati terdalam masih menginginkan dia untuk kenbali lagi ... hmmm
setelah dari Polsek, ke SAMSAT lagi, katanya pengurusan STNK nya harus langsung ke Kantor SAMSAT di Kota Kabupaten, tp katanya cari-cari saja dulu siapa tau dompetnya masih bisa ditemukan. Ya sudah sy simpan dulu Surat Keterangannya sbg bekal suatu saat ditilang Bapak-Bapak Polantas. Masih dengan harapan Si Dompet kembali lagi ke tangan saya. Terbayang biaya-biaya administrasi yg akan dikeluarkan utk pengurusan ulang surat-suratnya ... Ahhh !!!
#Jadikan_pembelajaran

Dan hari ini ...
Jum'at 13 Maret 2015
Berlalu 1 pekan sy tak berjumpa lagi dgn Si Dompet dkk,akhirnya saya nyatakan fix "Sudah Hilang" :(
Jum'at pagi, berangkat ke Kota Kabupaten (Barru), sudah susun schedul :
1. Ke Apotek (Tes Kesehatan)
2. Ke Polres (Urus SIM)
3. Ke Kantor SAMSAT (Urus STNK)

Pada saat di Apotek 
Daftar di mbak penjaganya, stor fc KTP kemudian disuruh nunggu panggilan ...
"Karlina ... "
Pada saat tes ishihara (tebak-tebakan angka)
Yang pernah urus SIM pasti sudah tau,
"Berapa ini?"
"96 Dok!"
"Yang ini?"
Penglihatanku kabur, warnayanya bercampur, tdk jelas ada angka atau tidak, jadi mengaku saja.
"Buta warna ka' Dok, Pernahma tes sebelumnya."
Saya kira tadi pas awalnya mata saya sudah normal, tp ternyata ... belum.
"1 dari 10 wanita, hanya 1 yg buta warna."
ternyata hanya sedikit wanita yang buta warna, dan sayalah salah satunya.
"Kalau nanti dapat pasangan yg buta warna, maka kemungkinan anak-anaknya akan buta warna juga." terang Pak Dokter.
"Mudah-mudahan tidakji Dok."
"Aamiin."
setelah selesai, lanjut ke Polres, teman yang rumahnya dekat Polres sudah menunggu, janjian ke Polres sama-sama.

Pada saat di Polres
Seperti biasa, langsung ke tempat pendaftaran, karena sudah yang kedua kalinya jadi tdk bingung lagi, kemana dan kemana ?
berselang 1 jam kemudian, SIM sudah tercetak.
sebenarnya pengurusan SIM tdk terlalu lama, hanya makan waktu di antrian saja. Selanjutnya ke SAMSAT.

Pada saat di SAMSAT
Ini adalah kali pertama berurusan surat-surat di Kantor SAMSAT, sampai di depan petugas, ditanya apa yang bisa dibantu ? Sayapun menjelaskan perihal kehilangan STNK, kemudian disuruh menunggu.
Selang beberapa menit, disuruh ke Polres, untuk ditanda tangani Surat Keterangan Hilangnya. Jadilah kami kembali ke Polres lagi. Selesai dengan tanda tangannya, saya kembali ke SAMSAT sendiri, krn Juli sdh pulang ke rumahnya,krn siapa tau urusan sy masih lama, jadi biar saya saja yg menunggu sendirian.
#Terima kasih banyak Juli, sudah menemani.

Kembali Ke SAMSAT, sy serahkan SKKnya, setelah itu menunggu lagi.
"Ini dek, STNK duplikatnya, 1 pekan kemudian kembali lagi untuk ambil STNK aslinya. Nanti setelah cek fisik kendaraan boleh pulang."
"Terima kasih, Pak."
"Selesaimi?" Tanyaku setelah Petugas yang mengecek tadi masuk ke ruangan.
"Iye', selesaimi, sekarang boleh pulang."
Alhamdulillaah ... Urusan hari ini dilancarkan.

#Pembelajaran untuk ke depannya lebih hati-hati

Rincian administrasi :
1. Surat Keterangan Kehilangan : Rp.25.000,-
2. Surat Keterangan Kesehatan : Rp.35.000,-
3. SIM + Anti Gores : Rp.200.000,- + Rp.10.000,- = Rp.210.000,-
4.  STNK : Rp.400.000,-
Totally : Rp.670.000,-

#Melawan_Lupa

#Status hari ini ...
Kehilangan yg mengajarkan arti ...
arti perjuangan,
arti kesabaran,
arti ketenangan,
Alhamdulillaah, dapat terselesaikan dgn baik,
Allah yang memudahkan segala urusan.



Rabu, 04 Maret 2015

Ilmu Blog

Efek Salju


<script src="https://seocipstheme.googlecode.com/svn/efek-salju.js" type="text/javascript"></script>


Adab-Adab Berbicara Bagi Wanita Muslimah

♥ Wahai saudariku muslimah..
Berhati-hatilah dari terlalu banyak berceloteh dan terlalu banyak berbicara, Allah Ta’ala berfirman yg artinya: “Dan tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka,kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah,atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia “. (An nisa:114)
Dan ketahuilah wahai saudariku, semoga Allah ta’ala merahmatimu dan menunjukimu kepada jalan kebaikan, bahwa disana ada yang senantiasa mengamati dan mencatat perkataanmu.
“Seorang duduk disebelah kanan,dan yang lain duduk disebelahkiri.tiada satu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (Qaaf:17-18).
Maka jadikanlah ucapanmu itu menjadi perkataan yang ringkas, jelas, yang tidak bertele-tele yang dengannya akan memperpanjang pembicaraan.
1) Bacalah Al qur’an karim dan bersemangatlah untuk menjadikan itu sebagai wirid keseharianmu, dan senantiasalah berusaha untuk menghafalkannya sesuai kesanggupanmu agar engkau bisa mendapatkan pahala yang besar dihari kiamat nanti.
Dari abdullah bin ‘umar radiyallohu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, beliau bersabda:
“dikatakan pada orang yang senang membaca alqur’an: bacalah dengan tartil sebagaimana engkau dulu sewaktu di dunia membacanya dengan tartil, karena sesungguhnya kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca”. (HR.abu daud dan Attirmidzi)
2) Tidaklah terpuji jika engkau selalu menyampaikan setiap apa yang engkau dengarkan,karena kebiasaan ini akan menjatuhkan dirimu kedalam kedustaan. Dari Abu hurairah radiallahu ‘anhu,sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Cukuplah seseorang itu dikatakan sebagai pendusta ketika dia menyampaikan setiap apa yang dia dengarkan.” (HR.Muslim dan Abu Dawud)
3) jauhilah dari sikap menyombongkan diri (berhias diri) dengan sesuatu yang tidak ada pada dirimu,dengan tujuan membanggakan diri dihadapan manusia. Dari aisyah radiyallohu ‘anha, ada seorang wanita yang mengatakan: wahai Rasulullah,aku mengatakan bahwa suamiku memberikan sesuatu kepadaku yang sebenarnya tidak diberikannya.
berkata Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam,: orang yang merasa memiliki sesuatu yang ia tidak diberi,seperti orang yang memakai dua pakaian kedustaan.” (muttafaq alaihi)
4) Sesungguhnya dzikrullah memberikan pengaruh yang kuatdidalam kehidupan ruh seorang muslim,kejiwaannya, jasmaninya dan kehidupan masyarakatnya. maka bersemangatlah wahai saudariku muslimah untuk senantiasa berdzikir kepada Allah ta’ala,disetiap waktu dan keadaanmu.Allah ta’ala memuji hamba-hambanya yang mukhlis dalam firman-Nya: Artinya:
“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring…” (Ali imran:191).
5) Jika engkau hendak berbicara,maka jauhilah sifat merasa kagum dengan diri sendiri, sok fasih dan terlalu memaksakan diri dalam bertutur kata,sebab ini merupakan sifat yang sangat dibenci
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam,dimana Beliau bersabda: “sesungguhnya orang yang paling aku benci diantara kalian dan yang paling jauh majelisnya dariku pada hari kiamat : orang yang berlebihan dalam berbicara, sok fasih dengan ucapannya dan merasa ta’ajjub terhadap ucapannya.” (HR.Tirmidzi,Ibnu Hibban dan yang lainnya dari hadits Abu Tsa’labah Al-Khusyani radhiallahu anhu)
6) Jauhilah dari terlalu banyak tertawa,terlalu banyak berbicara dan berceloteh.jadikanlah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, sebagai teladan bagimu,dimana beliau lebih banyak diam dan banyak berfikir.beliau Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, menjauhkan diri dari terlalu banyak tertawa dan menyibukkan diri dengannya.bahkan jadikanlah setiap apa yang engkau ucapkan itu adalah perkataan yang mengandung kebaikan, dan jika tidak,maka diam itu lebih utama bagimu.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, bersabda:
” Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir,maka hendaknya dia berkata dengan perkataan yang baik,atau hendaknya dia diam.” (muttafaq alaihi dari hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu)
7) jangan kalian memotong pembicaraan seseorang yang sedang berbicara atau membantahnya,atau meremehkan ucapannya. Bahkan jadilah pendengar yang baik dan itu lebih beradab bagimu,dan ketika harus membantahnya,maka jadikanlah bantahanmu dengan cara yang paling baik sebagai syi’ar kepribadianmu.
8} berhati-hatilah dari suka mengolok-olok terhadap cara berbicara orang lain,seperti orang yang terbata-bata dalam berbicara atau seseorang yang kesulitan berbicara.
Alah Ta’ala berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.” (QS.Al-Hujurat:11)
9) jika engkau mendengarkan bacaan Alqur’an,maka berhentilah dari berbicara,apapun yang engkau bicarakan, karena itu merupakan adab terhadap kalamullah dan juga sesuai dengan perintah-Nya, didalam firman-Nya:
Artinya: “dan apabila dibacakan Alqur’an,maka dengarkanlah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kalian diberi rahmat”. (Qs.ala’raf :204)
10} bertakwalah kepada Allah wahai saudariku muslimah,bersihkanlah majelismu dari ghibah dan namimah (adu domba) sebagaimana yang Allah ‘azza wajalla perintahkan kepadamu untuk menjauhinya. bersemangatlah engkau untuk menjadikan didalam majelismu itu adalah perkataan-perkataan yang baik,dalam rangka menasehati,dan petunjuk kepada kebaikan. perkataan itu adalah sebuah perkara yang besar,berapa banyak dari perkataan seseorang yang dapat menyebabkan kemarahan dari Allah ‘azza wajalla dan menjatuhkan pelakunya kedalam jurang neraka.
Didalam hadits Mu’adz radhiallahu anhu tatkala Beliau bertanya kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam:
apakah kami akan disiksa dengan apa yang kami ucapkan? Maka jawab Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “engkau telah keliru wahai Mu’adz,tidaklah manusia dilemparkan ke Neraka diatas wajah-wajah mereka melainkan disebabkan oleh ucapan-ucapan mereka.” (HR.Tirmidzi,An-Nasaai dan Ibnu Majah)
11- berhati-hatilah -semoga Allah menjagamu- dari menghadiri majelis yang buruk dan berbaur dengan para pelakunya,dan bersegeralah-semoga Allah menjagamu- menuju majelis yang penuh dengan keutamaan, kebaikan dan keberuntungan.
12- jika engkau duduk sendiri dalam suatu majelis, atau bersama dengan sebagian saudarimu,maka senantiasalah untuk berdzikirmengingat Allah ‘azza wajalla dalam setiap keadaanmu sehingga engkau kembali dalam keadaan mendapatkan kebaikan dan mendapatkan pahala.
Allah ‘azza wajalla berfirman: Artinya: “(yaitu) orang – orang yang mengingat Allah sambil berdiri,atau duduk,atau dalam keadaan berbaring” (QS..ali ‘imran :191)
13- jika engkau hendak berdiri keluar dari majelis, maka ingatlah untuk selalu mengucapkan:
“maha suci Engkau ya Allah dan bagimu segala pujian,aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak untuk disembah kecuali Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu, dan aku bertaubat kepada-Mu”
Sehingga diampuni bagimu segala kesalahanmu di dalam majelis tersebut.
<> Ditulis oleh:Haya Bintu Mubarak Al-Buraik_ Dari kitab:mausu’ah al-mar’ah al-muslimah:31-34_ Alih bahasa:Ummu Aiman.
(sumber http://www.salafybpp.com/index.php?option=com_content&view=article&id=62%3Aadab-adab-berbicara-bagi-wanita-muslimah&catid=3%3Amuslimah&Itemid=53)

Nasihat berkaitan dengan internet

Oleh: Syaikh Nashir bin Hamd Al Fahd
Tanya:
Aku adalah seorang pemuda. Aku punya hobi ngenet (main internet) dan chatting (ngobrol). Aku hampir tidak pernah chatting dengan wanita. Jika terpaksa aku chatting dengan wanita maka aku tidaklah berbicara kecuali dalam hal yang baik-baik.
Kurang dari setahun lalu ada seorang gadis yang mengajak aku chatting lalu meminta no HP-ku. Aku katakan bahwa aku tidak mau menggunakan hp dan aku tidak ingin membuat Allah murka kepadaku.
Dia lalu mengatakan, “Engkau adalah seorang pemuda yang sopan dan berakhlak mulia. Aku akan bahagia jika kita bisa berkomunikasi secara langsung”. Kukatakan kepadanya, “Maaf aku tidak mau menggunakan HP”. Kemudian dia berkata dengan nada kesal, “Terserah kamu kalo gitu”.
Selama beberapa bulan kami hanya berhubungan melalui chatting. Suatu ketika dia mengatakan, “Aku ingin no HP-mu”. “Bukankah dulu sudah pernah kukatakan kepadamu bahwa aku tidak mau menggunakan HP”, jawabku. Dia lalu berjanji tidak akan menghubungiku kecuali ada hal yang mendesak. Kalau demikian aku sepakat.
Setelah itu selama tiga bulan dia tidak pernah menghubungiku. Akupun berdoa agar Allah menjadikannya bersama hamba-hamba-Nya yang shalih.
Tak lama kemudian ada seorang gadis kurang lebih berusia 16 tahun yang berakhlak dan sangat sopan menghubungi no HP-ku. Dia berkata dalam telepon, “Apa benar engkau bernama A?”. “Benar, apa yang bisa kubantu”, tanyaku. Dia mengatakan, “Fulanah, yaitu gadis yang telah kukenal via chatting, nitip salam untukmu”. “Salam kembali untuknya. Mengapa tidak dia sendiri yang menghubungiku?”, tanyaku. “Telepon rumahnya diawasi ketat oleh orang tuanya”, jawabnya.
Setelah orang tuanya kembali memberi kelonggaran, dia kembali menghubungiku. Kukatakan kepadanya, “Jangan sering telepon” namun dia selalu saja menghubungiku. Akan tetapi pembicaraan kami sebatas hal-hal yang baik-baik. Kami saling mengingatkan untuk melaksanakan shalat, puasa dan shalat malam.
Setelah beberapa waktu lamanya, dia berterus terang kalau dia jatuh cinta kepadaku dan aku sendiri juga sangat mencintainya. Aku juga berharap bisa menikahinya sesuai dengan ajaran Allah dan rasul-Nya karena dia adalah seorang gadis yang berakhlak, beradab dan taat beragama setelah aku tahu secara pasti bahwa aku adalah orang yang pertama kali melamarnya via telepon.
Akan tetapi empat bulan yang lewat, ayahnya memaksanya untuk menikah dengan saudara sepupunya sendiri karena ayahnya marah dengannya. Inilah awal masalah. Aku mulai sulit tidur. Kukatakan kepadanya, “Serahkan urusan kita kepada Allah. Kita tidak boleh menentang takdir”. Namun dia meski sudah menikah tetap saja menghubungiku. Kukatakan kepadanya, “Haram bagimu untuk menghubungiku karena engkau sudah menjadi istri seseorang”.
Yang jadi permasalahan, bolehkah dia menghubungiku via HP sedangkan dia telah menjadi istri seseorang? Allah-lah yang menjadi saksi bahwa pembicaraanku dengannya sebatas hal yang baik-baik. Kami saling mengingatkan untuk menambah ketaatan terlebih lagi ayahnya memaksanya untuk menikah dengan dengan lelaki yang tidak dia cintai.
Jawab:
Saling menelepon antar lawan jenis itu tidaklah diperbolehkan secara mutlak baik pihak wanita yang sudah bersuami maupun belum. Bahkan ini adalah tipu daya Iblis.
Engkau katakan bahwa tidak ada hubungan antaramu dengan dia selain saling  menasehati dan mengajak untuk melakukan amal shalih. Perhatikan bagaimana masalah cinta dan yang lainnya menyusup melalui hal ini. Bukankah engkau tadi mengatakan bahwa engkau mencintainya dan diapun mencintaimu sedangkan katamu topik pembicaraanmu hanya seputar amal shalih? Kami tahu sendiri beberapa pemuda yang semula sangat taat beragama berubah menjadi menyimpang gara-gara hal ini.
Wahai saudaraku bertakwalah kepada Allah. Jauhilah perkara ini. Cara-cara seperti ini lebih berbahaya dari pada cara-cara orang fasik yang secara terang-terangan ngobrol dengan perempuan dengan tujuan-tujuan yang tidak terpuji. Mereka sadar bahwa yang mereka lakukan adalah sebuah maksiat. Sadar bahwa perkara itu adalah keliru merupakan awal langkah untuk memperbaiki diri.
Sedangkan dirimu tidak demikian bahkan bisa jadi engkau menganggapnya sebagai sebuah ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,
“Tidaklah kutinggalkan suatu ujian yang lebih berat bagi laki-laki melebihi wanita” (HR Bukhari no 4808 dan Muslim no 2740 dari Usamah bin Zaid).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
“Sesungguhnya awal kebinasaan Bani Israil adalah disebabkan masalah wanita” (HR Muslim no 7124 dari Abu Sa’id Al Khudry).
Perempuan yang mengajakmu ngobrol dengan berbagai obrolan ini padahal tidak ada hubungan kekerabatan antara dirimu dengannya adalah suatu yang haram. Hati-hatilah dengan cara-cara seperti ini. Semoga Allah menjadikanmu sebagai salah seorang hamba-Nya yang shalih.
————————-
Tanya:
Sekiranya jawaban terhadap pertanyaan di atas adalah tidak boleh apakah boleh dia mengajakku ngobrol via chatting?
Jawab:
Wahai saudaraku, hal ini tidaklah dibolehkan. Hubunganmu dengannya semula adalah chatting lalu berkembang menjadi komunikasi langsung via telepon dan puncaknya adalah ungkapan cinta. Apakah hanya akan berhenti di sini?
Semua hal ini adalah tipu daya Iblis untuk menjerumuskan kaum muslimin dalam hal-hal yang haram. Bersyukurlah kepada Allah karena Dia masih menyelamatkanmu. Bertakwalah kepada Allah, jangan ulangi lagi baik dengan perempuan tersebut ataupun dengan yang lain.
————————-
Tanya:
Apa hukum seorang laki-laki yang chatting dengan seorang perempuan via internet dan yang dibicarakan adalah hal yang baik-baik?
Jawab:
Tidak ada seorangpun yang bisa mengeluarkan fatwa yang bersifat umum untuk permasalahan semisal ini karena ada banyak hal yang harus dipertimbangkan masak-masak. Fatwa yang bisa saya sampaikan kepadamu adalah obrolan dengan lawan jenis yang semisal kau lakukan adalah tidak diperbolehkan. Bukti nyata untuk hal ini adalah apa yang engkau ceritakan sendiri bahwa hubunganmu dengan perempuan tersebut terus berkembang ke arah yang terlarang.
(Dinukil dan diterjemahkan dari Majmu Fatawa Al Adab karya Nashir bin Hamd Al Fahd).

Selasa, 03 Maret 2015

Kesabaran dalam Penantian

Kesabaran dalam Penantian

Ketika rahasia dihijrahkan menjadi kata benda
Ia menawarkan pilihan
Bersabar, atau memaksa menguaknya
Bersabar menanti kejutan indah di balik rahasia
Atau, terhempas sakitnya kecewa karena memaksa
Cinta
Sabar kini, jauh lebih bijaksana daripada tersiksa nantinya :)
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh..
Saudaraku, pernah jatuh cinta? ;) Atau merasakan kagum yang tak biasa pada seseorang? Atau paling tidak, memiliki harapan yang sempat terlabuhkan?
Ah, patutnya kita jawab tanya itu di hati kita masing-masing.
Namun kini, mari kita bicara. Untuk yang pernah merasakan cinta. Hati yang pernah merasakan sakitnya, hati yang kembali sadar bahwa cinta tak seharusnya ada sebelum hadiah ALLAH itu datang. Hadiah yang sarat dengan kejutan dan perhiasan kebahagiaan. Berupa suami, atau isteri. Atau pasangan sejati kita, till death do us part:)
Ketika kita (masih) sendiri, sementara di sepanjang hiruk-pikuk perjalanan waktu ada saja pasangan yang memamerkan kemesaraannya. Entah dalam bentuk kehalalan hubungan, atau kelaknatan tingkat gawat. Mungkin kadang rasanya berat, seperti kata teman ana, “Kok aku doang yang nggak pacaran? ><.” Atau kata teman ana yang lain, “Jangan-jangan aku jelekbanget ya, Fi? Nggak ada yang deketin ><.”
Hmm..
Ukhtiy.. Sendiri bukan berarti tidak cantik. :) Tak di-‘PDKT’-kan bukan berarti ‘nggak laku’. Melainkan itulah anggai penghormatan ikhwan pada akhwat yang menjaga diri. Inilah pilihan. Dan di balik pilihan yang baik, selalu ada ruang bagi kejutan tak terprediksi. Insya ALLAH..
Akhiy.. Sendirian bukan berarti tidak jantan. Berjenggot dan selalu menunduk bukan berarti kurang pergaulan. Justru itu menjadikanmu terhormat. Inilah pilihan. Dan di balik pilihan yang baik, selalu ada ruang bagi kejutan tak terprediksi. Insya ALLAH..
Hm, lalu mari kita geser sedikit topik kita.
Mungkin, ketika kita telah begitu kagum pada seseorang, ia ‘berpaling’, lalu mendidihkan kekecewaan di periuk hati ini. Atau mungkin, kita mendengar berita tak enak tentangnya, yang memangkas kriteria untuk sebuah kekaguman. Atau bahkan ia malah pacaran, sebuah hubungan yang sekuat tenaga kita tahan sampai masa NPSP (Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan) datang. Kekaguman yang sudah mendidih demikian hebat harus membeku di bawah derajat nol Fahrenheit.
Saudaraku, satu-satunya idola yang sempurna, hanya Rasulullaah. Maka tak perlu rasanya, kita mengagumi orang setinggi itu. Kita sendiri nanti yang kecewa. Kita dan ia sama-sama dhaif. Kita bisa saja berbuat salah, lalu mengapa ia tidak? Tak perlu kita menyibukkan diri ‘kecewa’ dengan akhlak idola yang tak lagi sesuai harapan. Lebih baik kita menjaga diri kita dulu, menguatkan diri kita dulu. Sambil terus berdoa, semoga bagi orang-orang yang dipenuhi ketidaksabaran ALLAH beri kekuatan, kelembutan dan gelombang cahaya paling manis bernama hidayah. Aamiin..
Lalu, jika mungkin pernah sebuah rasa hinggap di hati kita, apa ia harus dipertahankan? Atau harus dikenang sampai badan gemetaran? Entahlah, menurut ana jawabannya tak pasti. Karena dalam setiap jawaban, selalu ada ruang bagi pilihan.
Hanya dua hal yang berani ana sampaikan;
Pertama, ketika kita mengagumi seorang dalam kagum tingkat gawat, apa ia yang yang dikagumi kelak menjadi jodoh kita, Saudaraku? Entahlah. Itu rahasia, tak sepantasnya kita berusaha menguak duluan rahasia ALLAH. ALLAH yang memiliki rahasia itu, maka biarlah kelak Ia yang membukanya, pada masa dan tempat yang tak masuk dalam rekaan. Insya ALLAH. :)
Kedua, ketika kita terluka saat melihat orang yang kita kagumi melakukan hal yang tak pernah kita bayangkan, apa sang jodoh bisa terima, kita telah ‘berserah’ pada orang yang salah? Ah, entahlah. Itu bukan rahasia, karena di sana ia tengah menanti kita. Maka jangan kita rusak penantian itu dengan ketidaksabaran kita..
Saudaraku.. Mungkin, satu-dua di antara yang membaca tulisan ini sedang jatuh hati pada orang yang nasib kita dengannya masih kabur. Mungkin, sedang ada di antara pembaca yang sedang kecewa dan patah hati macam tersengat gerombolan lebah jantan. Mungkin, ada di antaranya yang sedang dekaaat sekali, dengan seseorang, tanpa tahu bahwa kedekatan itu adalah isyarat akan sebuah rasa yang telah berhinggap.
Mari kita nukil sekali lagi:
… Sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) ALLAH itu, pasti datang” (Q.S. al-‘Ankabuut: 5)
Jadi, walau kita memaksa dan menangis darah keadaan berubah saat ini juga, takkan ada yang berubah tanpa izin dari-Nya. ALLAH punya cara, punya rencana di tiap skenario kehidupan. Saat ini kita ingin ada yang mengisi hati dan hidup kita, mungkin itu bukan waktu dimana janji ALLAH telah berjawab. Sebab jika janji itu terjadi nanti, insya ALLAH, kita akan baik-baik saja..
Saudaraku, tulisan ana hadir untuk mengingatkan antum dan diri ana pribadi. Adalah sebuah kenyataan yang harus diingat sampai hadiah itu datang. Bahwa masa sendiri ini akan berakhir. Masa kita terluka karena sesaknya hidup sendiri, masa kita terhempas karena tidak ada yang menyediakan sandaran, insya ALLAH akan berakhir. Jika tidak hari ini, mungkin esok, mungkin setelah lulus kuliah, mungkin setelah bekerja. Atau jika tidak, mungkin kelak, di Firdaus, ALLAH penuhi janji yang sempat mengabur di penglihatan kita. Insya ALLAH.. :)
“Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” (QS. An Nuur : 26).
Lalu, jika kita sudah bersabar, InsyaALLAH, Ia tengah menyiapkan seseorang yang juga sabar menanti kita. Layaknya sebuah pecahan piala kaca yang terbungkus di etalase, menanti pecahan lain yang juga terbungkus etalase di seberang sana. Layaknya sepasang sepatu, yang tak terpisah, tapi terlihat berbeda. Pasangan yang bersatu karena berbeda, karena kesabaran menanti jemputan.
Mari sama-sama kita meraba hati, ucapkan padanya dengan lembut dan tulus,“Bersabarlah.. Sebentar lagi ia akan datang..” Benar, walau tampak fisik kita sendiri, tapi jauh di hati ini.. Kita dan ia telah menyatu dalam buhul yang telah ALLAH ikatkan sejak dulu. Kita dan ia telah menyatu lewat penantian dalam kesendirian. Lewat penantian dalam kesabaran.
Saudaraku.. Rahasia ALLAH selalu menawarkan pilihan. Dan di balik setiap pilihan, selalu ada ruang bagi konsekuensi. Maka semoga kita pandai memilih pilihan terbaik untuk segala jenis keletihan menanti jodoh; sabar. :) Aamiin..
Yuk, semangat!
Semoga bermanfaat :)
Sumber : http://jemmymirdad.blogspot.com/2014/01/kesabaran-dalam-penantian.html

Salam dari cowok bejat (untuk para akhwat)

Posted by raudhatulmuhibbiin

Hai cewek, ups! Oh Assalamu’alaikum ukh, salam ukhuwah! Haha… gua hanya niru apa yang biasa eh eh ikhwan yang ucapkan kepada ukhti, hmm… untuk nyebutnya kadang gua ga bener maklumlah bahasa Arab guakan ga pernah belajar, baca Iqro aja plentat-plentot, tapi yang penting keliatan kalo gua ikhwan deh.
Kenapa kalian bisa begitu mempesona dibalik pakaian besar kalian? Gua ga pernah bisa ngerti itu, padahal enakan kalo gua liat cewek baju ketat with short pant uhuuuyyy… apalagi bodi dan mukanya lumayan, yah paling enggak bisa dibanggain kalo diajak jalan. Tapi melihat kalian dengan pakaian besar kalian membuat gua tertarik.
Sangat tertarik, apakah dibalik itu semua tubuhmu kudisan? Haha… gua rasa enggak, muka kalian begitu bersih dan kalian sepertinya ga mudah untuk ditaklukkan, dan bener juga kalian begitu susah ditaklukkan. Kenapa bisa sih? Gak mungkin gara-gara jubah guede yang kalian pake kan?
Kau tau, untuk mendapatkan wanita kebanyakan diluar sana begitu mudahnya, gua ajak makan bareng udah bisa cium pipi, gua ajak nonton minimal dapet kissing kalo udah beli coklat dan bunga berarti gua boleh petting dan haha.. ga perlu diceritakan kelanjutannya, yang pasti kalo udah bosen tinggal selingkuh aja, ketahuan juga bodo, tinggal cari lagi.
Hei manis, tahukah sealim apapun kalian, gua udah tau kelemahan wanita, karena kalo gua ga tau kelemahan kalian begitu susah mendekati kalian. Hmm… kenapa gua ajak kenalan langsung lu nolak? Minta nomor telepon apalagi? Hadoh susah juga nih, walaupun gua dapet nomor telepon lu, lu juga ga mau bales ataupun angkat telepon gua.
Tapi gua tau, seperti yang kalian bilang dimana ada niat pasti Allah kasih jalan, dan gua udah niat harus bisa menaklukkan kalian. Dan aha! Ternyata begini cara menaklukkan kalian, ternyata kalian disebut akhwat dan yang cowoknya disebut ikhwan, walaupun lidah gua ga biasa ngucapinnya.
Mulailah gua menelusuri apa itu ikhwan? Hmm… orang yang kerjaannya ngaji, pake celana ngatung, yah kalo punya jenggot tipis juga gapapa, hoho.. itu mudah gua lakukan, lalu apalagi?hmm… cara ngomongnya lain, kalo ngobrol ama lawan jenis nunduk (apa cari duit jatoh?), entahlah yang penting gua ikut dulu.
Dalam waktu dua minggu berubahlah gua seperti ikhwan, plus facebook dan blog gua terlihat islami, dan mulailah gua mencoba mendekati kalian. Ingatkah pertama kali kita kenalan? Gua ucapkan hadist sebagai ukhuwah kita, dengan manis gua bilang “Salam ukhuwah yaa ukhti”, dan kau balas gitu juga.
Mulailah jerat itu gua pasang, kau berani kasih nomor telepon ke gua, dengan itu gua bisa sms kau dini hari untuk sholat tahajud, padahal gua ga sholat dan kebetulan ada petandingan sepakbola haha… sambil nyelam nyari ikan, kan gua kucing air! Hmm… memang susah juga menaklukkan kau, gua harus berkorban banyak nih.
Mulailah gua menelpon buat berdiskusi dan tukar pikiran, tentu aja gua juga stanby di internet biar gua bisa cari jawabannya di internet. Oh gua baru tahu ada namanya kegiatan keagamaan dikampus, ya udah gua juga ikut deh dan duduk deket tirai pembatas, siapa tau kebetulan kau bisa liat gua ada.
Pulang ngaji gua coba ajak pulang bareng naik motor, dengan alesan udah malem gag baek kalo pulang sendiri, haha… kau mau, Yes ! Haha.. ternyata ga terlalu sulit untuk dekat dengan kau, hanya cukup memasang topeng yang kau suka dan kau akan luluh, tinggal gua serang kelemahan setiap wanita yaitu kupingnya.
Walaupun banyak kata-kata yang ga ngerti, tapi gua yakin ini bentuk rayuan maut buat kau, hehe… emang aneh sih sms padahal gag ada kata-kata yang ngerayu misal INU IMU ILU atau sebagainya tapi Cuma kutipan hadist ama Qur’an plus kata-kata bijak dan penyemangat, tapi kenapa bisa bikin kalian luluh? Dasar wanita!
Tahukah kau, saat kau memakai kaus kaki yang terlalu pendek atau bahkan ga sama sekali, terlihatlah betis mu yang indah itu disaat mengendarai motor dan berhenti, padahal gua sering lihat betis bahkan paha wanita tapi kenapa lihat yang ini berbeda? Mungkin gara-gara kau umpetin terus.
Saat kau memakai tas ransel, tanpa kau sadari talinya membuat bentuk tubuhmu terlihat, serrrr….slerp hajar bleh! Apalagi kalau ga pake gamis sadar atau enggak bagian pinggang dan pinggul itu ketat karena roknya…hmmm, Yummy! Kata Chio “kapan lagi liat barang mahal di obral” mantap deh hahaha…ga ngeh kan?
Ga itu aja kok, kalo gua liat lu pake baju yang gelap terus pasti gua tegor “Ukh, kok gelap terus? Kan ga cerah, memang lagi berkabung ya?” dan mulailah dengan instingmu yang pandai berdandan kau akan menggunakan warna cerah agar dilihat oleh gua, haha… lumayan pemandangan bagus buat orang lain bisa gua nikmatin.
Apalagi kalau kalian udah berani pajang muka di internet hahahai… biasanya lebih mudah dibujuk tuh hehehe, tapi gag seru dengan yang itu, gua mau incer yang bener-bener tertutup aja, pasti lebih tertantang, kapan lagi sih gua bisa menaklukan cewek eh akhwat kek gitu? Suatu prestasi tersendiri dan naikin derajat gualah.
Sial, kenapa ga ada pacaran islami, pacarannya di masjid gitu kalo gag pacaran lagi demo di jalanan, tapi gua ga nyerah kok, kenapa gua ga coba ta’aruf aja dulu, yah khitbah juga jadi deh, dengan alasan ntar aja gua nikahin kalo udah lulus kuliah dan udah dapet kerja mapan plus kendaraan dan rumah sendiri.
Biarin lama, yang penting gua kek janji dulu deh, dengan gitu gua bisa tuker biodata, bisa smsan, teleponan, bahkan chatting pake webcam malem-malem haha… ternyata kau tetap wanita yang mempunyai hati yang lemah, sehingga mudah luluh dengan apapun, ahh… untung –untung gua bisa melakukan lebih dengan ini, dan gua yakin bisa!
Gua tau setebal apapun iman kau, hati kau tetap lemah, dan mudah luluh dan gua akan terus mengintai dari situ, mencari celah untuk masuk dan menaikkan pasaran gua sebagai orang yang pernah pacarin wanita yang terkenal alim, hahaha… siapin dirimu!
—————————————————————————————————————————-
Untuk saudariku,, sesuatu yang amat berharga pastilah diperebutkan oleh banyak orang. bagai mutiara yang berkilau di dasar lautan, terkadang manusia menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.
Untuk saudaraku jagalah niatmu ya akhi,, jangan sampai niat kita terkotori oleh hal2 yang dibenci Allah..
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> 
Kini Kami membuka pendaftaran Whats App Dakwah..
Serta Dapatkan WA Dakwah berupa Ayat-ayat Al-Qur’an, Hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam & Kata-kata mutiara dari para Ulama Serta Ahli Hikmah Lainnya.. Daftarkan Segeraa..
Ketik : NAMA#KOTA TINGGAL#UMUR
Kirim ke : 0856-9150-9160
Contoh : RINI#BANDUNG#35
Hanya bisa Mendaftarkan diri melalui Whats App..

Baarakallahu Fiikum..

Bait-Bait Puisi untuk Inha'

Berawal darimana ?
kata apa yg akan kujadikan awal dari bait puisi ini ?
bait-bait yang engkau pinta secara mendadak
Dengan rengekan manja, begitulah dirimu ?
Yes, aku dapat !
Tanda tanya ? yah tanda tanya ?
?
dengan tanda tanya aku mengenal darimu
siapakah dia ? darimana asalnya ?
Dan tak terasa tanda tanya itu melebur bersama kenangan 3 tahun bersama
Engkau makhluk asing
Asing di awal masa putih abu-abu
Namun, beragam kesamaan menyatukan hati kita
Pun beragam perbedaan mewarnai langkah kita
Semua itu terbentuk dalam bingkai ukhuwah
Indah ...
pribadi yang kusematkan padamu
Mengenalmu, salah satu hal terinndah yang kusyukuri
Bersamamu, semangatku bersinar
Jauh darimu, rinduku terpintal
2 tahun ...
Yah ... lebih 2 tahun sudah kita tinggalkan jejak di almamater abu-abu
Namun bayangmu ... masih tetap setia di sini
yah ... di sini ... di dalam hati ini
Masih terpaut rantai cinta yang kita sebut “Lin_Chain”
Lin ... Lilin yang menerangi dalam kegelapan
Chain ... Rantai
Rantai cinta dalam asa saling menerangi, menyemangati, dan mengasihi ...
Seperti yang kita yakini,
Tidka ada yg kebetulan di dunia ini
Begitupun asbab pertemuan kita
Semua dalam skenario-Nya
Berharap kelak jalinan ini tetap terangkai
Hingga kita reuni di Surga-Nya ... aamiin ...

*K.A
“Di sel-sela gerimis, di dalam toko kurangkai bait sederhana ini”
Mengalir ... mengalir begitu saja ...
Oke, pintamu telah kupenuhi, syafakillahu smile emotikon
04/03/2015