EMM_Puisi_Puisi
Untuk Ayah
Judul : Pahlawan yang Kupanggil Bapak
Penulis : Karunia Alina
Ayah … Kukenal engkau dengan panggilan Bapak
Entah kapan mulut mungilku pertama kali menyuarakan panggilanmu
Yang jelas saja raut wajahmu yang tiap hari kudapati
Dalam naungan cinta kasihmu, ikatkan batinku meyakini
Bahwa engkaulah pahlawan yang harus kupanggil Bapak
Harum nafasmu pancarkan aroma cinta
Kasihmu bagaikan oase di tengah padang gersang
Meresap indah, tenteram menyejukkan
Mengalir, merasuk ke dalam relung qalbuku
Tatapan indahmu terpancar sejuta amanah
Bagaikan fatamorgana berukir pasang surut
Namun terpancar suci nan tulus, terekam dalam diammu
Sembunyi bak tampak ; sungguh jelas
Engkau yang selalu berjuang selami tanggung jawabmu
Mengukir langkah dalam rinai jihad menjemput rezeki dari-Nya
Jatuh bangun terus engkau rajut dalam ketegaran
Untuk kami, buah cinta dan kasihmu
Kala kudapati suara lantangmu, bagaikan alunan harmoni
Nasehat indah menyejukkan, kuatkan mental jiwa rapuhku
Suara hatimu yang terurai dalam jejak lisan, menguraikan untaian harapanmu
Pancarkan semangat dalam mengarungi hidup ini
Pahlawanku … Duhai yang kupanggil Bapak,
Lirih hatiku terajut dalam bait sederhana ini sebagai ungkapan terima kasih
Sungguh kuyakin tak mampu merengkuh semua sisi perjuangan luar biasamu
Namun, tersemat harap kiranya menjadi perwakilan sejuta rasa untukmu
Note : Puisi ini pernah diikutkan dalam sebuah event di Annisa
*KA
Judul : Pahlawan yang Kupanggil Bapak
Penulis : Karunia Alina
Ayah … Kukenal engkau dengan panggilan Bapak
Entah kapan mulut mungilku pertama kali menyuarakan panggilanmu
Yang jelas saja raut wajahmu yang tiap hari kudapati
Dalam naungan cinta kasihmu, ikatkan batinku meyakini
Bahwa engkaulah pahlawan yang harus kupanggil Bapak
Harum nafasmu pancarkan aroma cinta
Kasihmu bagaikan oase di tengah padang gersang
Meresap indah, tenteram menyejukkan
Mengalir, merasuk ke dalam relung qalbuku
Tatapan indahmu terpancar sejuta amanah
Bagaikan fatamorgana berukir pasang surut
Namun terpancar suci nan tulus, terekam dalam diammu
Sembunyi bak tampak ; sungguh jelas
Engkau yang selalu berjuang selami tanggung jawabmu
Mengukir langkah dalam rinai jihad menjemput rezeki dari-Nya
Jatuh bangun terus engkau rajut dalam ketegaran
Untuk kami, buah cinta dan kasihmu
Kala kudapati suara lantangmu, bagaikan alunan harmoni
Nasehat indah menyejukkan, kuatkan mental jiwa rapuhku
Suara hatimu yang terurai dalam jejak lisan, menguraikan untaian harapanmu
Pancarkan semangat dalam mengarungi hidup ini
Pahlawanku … Duhai yang kupanggil Bapak,
Lirih hatiku terajut dalam bait sederhana ini sebagai ungkapan terima kasih
Sungguh kuyakin tak mampu merengkuh semua sisi perjuangan luar biasamu
Namun, tersemat harap kiranya menjadi perwakilan sejuta rasa untukmu
Note : Puisi ini pernah diikutkan dalam sebuah event di Annisa
*KA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar