Jumat, 15 Mei 2015

Jodoh

Baca-baca status fb, nemu tulisan pagi disertai foto menikah ... *masya Allah
Kurang lebih isi tulisannya begini :
"Jodoh itu ...
Bukan siapa yang datang pertama
Bukan seberapa lama kita kenal
Bukan seberapa lama sering bertemu
Yang perhatian dan selalu ada
Tapi,
Jodoh itu yang datang terakhir
Dan tak pergi lagi ..." Alhamdulillaah ...

Dan berasa tepat sekali ketemu pula tulisan ini di salah satu blog :
Sepasang manusia baru dikatakan berjodoh setelah ijab qabul diucapkan atas mereka… Sebelum itu, tentu saja semua masih dalam ketidakpastian dalam ukuran manusia, kecuali bagi Allah…
Dalam susuran ikhtiar panjang perjalanan menemukan jodoh, ta’aruf barulah langkah kecilnya…

SubhanaLlah… Dalam perjalanan menuju saat ijab qobul, begitu banyak kemungkinan-kemungkinan yang bisa membatalkan proses kami untuk dikatakan berjodoh… Sebab, ada ribuan detik dan ribuan alasan yang bisa menghentikan proses tersebut… Entah sebab faktor individu, ajal, bahkan hal-hal lain yang dalam takaran akal manusia tidak mungin, namun bagi Allah tentu saja segalanya adalah mungkin…

Maka, di sepanjang proses itu, sangat penting menjaga keikhlasan niat dan kemurnian cinta pada Allah... Bahwa segalanya kita serahkan pada Allah… Agar Allah membukakan mata hati kita untuk memutuskan segala yang terbaik bagi kita…

Sebelum ijab qabul dilantunkan atasku, dia belum tentu adalah jodoh bagiku… Tetapi, ikhtiar tentu saja harus tetap kuperjuangkan… Dan akan terus kuperjuangkan hingga penghujungnya…

“Allahurrahmaan… Jika dia benar jodohku, mudahkan proses kami menuju penyempurnaan dienMu… Namun jika dia bukan jodohku, berikan yang terbaik bagi kami…”

http://mujahidah-farma.blogspot.com/

Nah, begitulah jodoh dalam Rahasia-Nya, karena kelak akan menjadi kejutan ketika sudah dipersatukan ...
Tenang saja ...
Perkara jodoh adalah perkara yang telah diatur Oleh-Nya, serumit apapun rintangan yang dihadapi jika memang jodoh,pasti akan bersatu juga... Yakinlah !!!
Tetaplah dalam harap, tawakkal Kepada-Nya ...

Tetap semangat dalam kebaikan ... insya Allah ...

Senin, 11 Mei 2015

Tawakkal Kepada-Nya

Kecenderungan hati itu, saya rasa adalah hal yg manusiawi, karena fitrah seorang anak manusia adalah mencintai dan dicintai ... *berpikir keras

Walaupun selama ini, rasa yang hadir hanya terangkai dalam diam kemudian seiring berjalannya waktu berakhir pula dalam diam (sy pikir ini adalah Kasih Sayangnya Allah yg kemarin waktu masih lugupun hanya memilih menyimpannya dalam diam, hingga idealisme mengakar saat sering ikut kajian waktu SMK prinsip Say no to pacaran before akad menjadi prinsip yg benar-benar terpatri dalam hati) berharap hingga kelak "dia" yg halal disatukan Oleh-Nya ... Aamiin ...

And now ... ?
Sepertinya rasa itu kembali menyapa ...
Namun, taqwa dalam dada ingatkan diri bahwa sedetik sebelum akad pun dia masih "orang asing" bagimu ... Cukuplah rasa itu kelak kau persembahkan hanya utk yg benar-benar telah "Halal" untukmu ...
*Kuatkan hamba, Ya Allah ...

Berikut sebuah inspirasi dari salah satu FP (Rumah Zakat)


AKU TITIP SATU CINTAKU ,YA ALLAH

Semoga cinta ini adalah cinta misi,bukan cinta nafsu.. Sehingga bisa membuatku lebih ikhlas dan bersabar dlm setiap prosesnya,dlm setiap penantiannya..

Ya Allah, Maha Pemilik Cinta..
Aku titipkan satu cinta itu padamu,jangan kau hadirkan dulu saat ini,jadikanlah itu sangat indah suatu saat nanti.. ketika waktunya telah tiba.. Waktu yang paling tepat dengan seseorang yang tepat,yang telah Kau persiapkan sejak dulu..

Titip satu cinta itu ya Allah..
Cinta yang akan membuatku semakin dekat dengan_Mu, cinta yang membuat Ia pun semakin dekat dengan_Mu.. Cinta yang membuat kami semakin mensyukuri betapa Luas nikmat dan karunia_Mu, dan membuat kami saling membimbing untuk mencapai ke-Ridho’an_Mu..

Titip satu cintaku Ya Mushawwir,,
Cinta yang bisa menghasilkan sebuah keluarga yang sakinah, cinta yang bisa menciptakan sebuah rumah yang hangat yang akan menjadi tempat bangkitnya peradaban agama_Mu..

Titip satu cinta itu Ya Malik..
Cinta yang darinya aku lahirkan para mujahid dan mujahidah yang tangguh.. yang senantiasa siap membela agama_Mu di garda terdepan.. Ksatria yang tidak pernah takut malawan musuh2Mu dan musuh2 Rasul_Mu..

Titip satu cinta itu ya Rabb..
Jagalah kami, bimbing langkah kami,, sehingga kami bisa sama2 terjaga dan akhirnya sama2 mendapatkan yg terjaga pula..

Titip satu cinta itu Ya Rahman..
Cinta yang dengannya aku bisa banyak belajar dan ia pun bisa banyak belajar, sehingga kami bisa saling mengisi dan semakin berkembang karena cinta itu..

Titip satu cinta itu Ya Waliyy,,
Bimbing langkahnya, mudahkan urusannya, luaskan rizkinya dan jaga dia untuk tetap berada di jalan_Mu, mudahkanlah jalannya dalam menemukan aku disini..

Titip cinta itu Ya Karim,,
Jadikan hidupnya senantiasa bermanfaat, dan jangan lengahkan ia dgn fananya kehidupan dunia.. Semoga saat ini pun ia sedang berjuang di sana,senantiasa­berjuang untuk menggapai Syurga_Mu.. Jadikan ia orang yang bersungguh-sungguh untuk kehidupan dunia dan lebih bersungguh-sungguh untuk kehidupan akhiratnya..

Titip satu cinta itu Ya Ghaffaar,,
Jadikan ia orang yang selalu mempelajari agama_Mu, orang yang selalu menyeru kepada agama_Mu.. jadikan ia Murrobi yang terbaik untukku dan anak2ku kelak, jadikan ia murobbi terbaik untuk keluarga dan masyarakat..

Titip cinta itu Ya Hafizh,,
Jaga aku dan jaga ia sampai waktu yang Kau tetapkan tiba, dan jadikanlah kami hamba2Mu yang senantiasa bersabar dan bersyukur..

Titip cinta itu Ya Rabb..

#‎RZInspirasi

insya Allah ... Aamiin ...

Mohon maaf ...
Cuek ...
Dengan tidak menyapamu
Menanyakan "Bagaimana kabarmu...?"
Memberimu motivasi "Semangat !!!"
Bukan berarti aku tidak peduli, justru itulah bentuk peduliku dengan menjaga diriku dan dirimu. Memurnikan pengharapan hanya Kepada-Nya karena Dialah Yang Maha Mengetahui yang terbaik untuk Hamba-Nya ... Khawatir jika terlalu berharap kepada makhluk dan tidak sesuai dengan kenyataan maka akan berujung kekecewaan *siapa yg sakit ... ?

Sudahlah ...
Kalau jodoh tak akan kemana, pasti akan bersatu juga ...
insya Allah ... Do'aku menyertai perjuanganmu ... Mudah-mudahan segera temukan kepastian agar kita tidak lama dalam kebimbangan ketidakpastian ...

Berharap kelak jika kita bersatu, kita dapat berseru bersama 
"Allahu Akbar ! Maha Besar Allah yang telah menyatukan kita." 

Bukan cinta yang memilihmu, tapi Allah yang memilihmu untuk kucintai ...
(just for zaujiy (kelak)) ...

*KA 
*Menanti Kepastian #MelawanLupa
*Pcn, 22 Rajab 1436 H / 11 Mei 2015 M


Minggu, 10 Mei 2015

Harap (ku) Harap (mu) adalah Harap Kepada-Nya

Bismillaah ...

Harap (mu)
Terukir jelas dalam pinta yang engkau tuturkan 

Harap (ku) dalam istikharoh
Melambungkan ... Menguntaikan do'a Pada-Nya

Kisah ini ...
Bukan lagi semacam flash fiction yang bisa kita tentukan alurnya sendiri
Apakah sad ending atau happy ending ... ?
Namun, ini adalah hidup nyata dalam Skenario-Nya
Kita takkan pernah tahu (what, where, who, when, why and how) ... ?
Jelas ! Hanya do'a, ikhtiar dan tawakkal Kepada-Nya ...

Yakinlah wahai diri !
Semua telah tertulis jelas dalam Kitabnya Lauh Mahfudz jauh sebelum diri terlahir ke alam fana ini
Tetaplah istiqomah dalam Ridho-Nya, menyatukan Harap hanya Kepada-Nya ...

-----------------------
Menanti dalam ketaatan
Kuikhlaskan semua harapan
Bukan kepada makhluk tapi, kepada yang menciptakan makhluk ...
Allah ...
Guide us ... Bimbing kami dalam Ridho-Mu
Aamiin yaa Robbal aalamiin ...









*Pancana, diwarnai kicauan burung dan kokokan ayam ...
21 Rajab 1436 H / 11 Mei 2015 M