Jumat, 13 Maret 2015

Kehilangan Dompet

Astaghfirullaah ...


Kamis, 05 Maret 2015
Sore hari di tempat kerja, di luar hujan deras ...
Waktu menunjukkan pukul 5 lewat. Saatnya untuk pulang, bergegas ambil tas di ruangan dalam di atas meja. Periksa perlengkapan. sempat kaget, kok bisa tas-tas kecil ini terbuka ? (tas yang biasa saya simpan dompet) Ahh .. mungkin sy yg lupa tutup ...
Tapi ... kemana dompetnya ? pikirku . Mungkin ketinggalan di rumah behubung tadi pagi buru-buru jadi tak sempat dicek. Berusaha untuk menenangkan diri ...

Sesampai di rumah, cek di kamar,bongkar-bongkar meja belajar, tidak ada juga :(
"Ma ... Bukan kita yang simpan dompetku?"
"Bukan ... Dimana memang Nak kamu simpan?"
"Itumi ... Saya lupai juga, perasaan kemarin waktu dari Bank masih adaji itu dompet."
"Ingat-ingat i dulu."
Pusing, bongkar sana sini tidak dapat-dapat juga.
Sebenarnya di dalam dompet, tidak ada uangnya tapi ... Surat-Surat berharga semua ada di sana (KTP, SIM, STNK, Kartu Mahasiswa, Kartu Goldar, Kartu Berobat dll) hanya ATM yg masih selamat krn berada di tempat yg terpisah ... Ahhh ... terbayang bagaimana repotnya pengurusan kembali.
Setelah meluapkan kekesalannya atas keceobohanku.
"Sabarmi saja,jadikan pelajaran."ucap Mama menenangkan.
Ini adalah kata-kata yang mengurangi beban pikiran sy.
Semalam sedikit insomnia, kepikiran terus sama dompetnya, tapi kembali tenangkan diri. Jika memang ditakdikan utk bertemu tentu akan kembali juga ats Izin-Nya, tp jika memang tidak dipertemukan lagi, mudah-mudahan dimudahkan segala urusannya. Aamiin ...

Jum'at 06 Maret 2015
Karena dompetnya belum ketemu jg, jadi saya berhubungan dengan cabang SAMSAT terdekat, katanya Bapak di Samsat ambil Surat Keterangan Hilang dulu di Polsek terdekat.
Meluncurlah sy ke Polsek, ini adalah kali pertama berhadapan dgn Bapak-Bapak di Kantor Polisi. Alhamdulillaah Bapak Polisinya ramah-ramah, disuruh fotocopy  BPKB dulu terus duduk di ruang tertentu lalu ditanya-tanya perihal bagaimana2nya setelah itu selesai. Resmilah Surat Keterangan Kehilangan dompet saya, walaupun di dalam lubuk hati terdalam masih menginginkan dia untuk kenbali lagi ... hmmm
setelah dari Polsek, ke SAMSAT lagi, katanya pengurusan STNK nya harus langsung ke Kantor SAMSAT di Kota Kabupaten, tp katanya cari-cari saja dulu siapa tau dompetnya masih bisa ditemukan. Ya sudah sy simpan dulu Surat Keterangannya sbg bekal suatu saat ditilang Bapak-Bapak Polantas. Masih dengan harapan Si Dompet kembali lagi ke tangan saya. Terbayang biaya-biaya administrasi yg akan dikeluarkan utk pengurusan ulang surat-suratnya ... Ahhh !!!
#Jadikan_pembelajaran

Dan hari ini ...
Jum'at 13 Maret 2015
Berlalu 1 pekan sy tak berjumpa lagi dgn Si Dompet dkk,akhirnya saya nyatakan fix "Sudah Hilang" :(
Jum'at pagi, berangkat ke Kota Kabupaten (Barru), sudah susun schedul :
1. Ke Apotek (Tes Kesehatan)
2. Ke Polres (Urus SIM)
3. Ke Kantor SAMSAT (Urus STNK)

Pada saat di Apotek 
Daftar di mbak penjaganya, stor fc KTP kemudian disuruh nunggu panggilan ...
"Karlina ... "
Pada saat tes ishihara (tebak-tebakan angka)
Yang pernah urus SIM pasti sudah tau,
"Berapa ini?"
"96 Dok!"
"Yang ini?"
Penglihatanku kabur, warnayanya bercampur, tdk jelas ada angka atau tidak, jadi mengaku saja.
"Buta warna ka' Dok, Pernahma tes sebelumnya."
Saya kira tadi pas awalnya mata saya sudah normal, tp ternyata ... belum.
"1 dari 10 wanita, hanya 1 yg buta warna."
ternyata hanya sedikit wanita yang buta warna, dan sayalah salah satunya.
"Kalau nanti dapat pasangan yg buta warna, maka kemungkinan anak-anaknya akan buta warna juga." terang Pak Dokter.
"Mudah-mudahan tidakji Dok."
"Aamiin."
setelah selesai, lanjut ke Polres, teman yang rumahnya dekat Polres sudah menunggu, janjian ke Polres sama-sama.

Pada saat di Polres
Seperti biasa, langsung ke tempat pendaftaran, karena sudah yang kedua kalinya jadi tdk bingung lagi, kemana dan kemana ?
berselang 1 jam kemudian, SIM sudah tercetak.
sebenarnya pengurusan SIM tdk terlalu lama, hanya makan waktu di antrian saja. Selanjutnya ke SAMSAT.

Pada saat di SAMSAT
Ini adalah kali pertama berurusan surat-surat di Kantor SAMSAT, sampai di depan petugas, ditanya apa yang bisa dibantu ? Sayapun menjelaskan perihal kehilangan STNK, kemudian disuruh menunggu.
Selang beberapa menit, disuruh ke Polres, untuk ditanda tangani Surat Keterangan Hilangnya. Jadilah kami kembali ke Polres lagi. Selesai dengan tanda tangannya, saya kembali ke SAMSAT sendiri, krn Juli sdh pulang ke rumahnya,krn siapa tau urusan sy masih lama, jadi biar saya saja yg menunggu sendirian.
#Terima kasih banyak Juli, sudah menemani.

Kembali Ke SAMSAT, sy serahkan SKKnya, setelah itu menunggu lagi.
"Ini dek, STNK duplikatnya, 1 pekan kemudian kembali lagi untuk ambil STNK aslinya. Nanti setelah cek fisik kendaraan boleh pulang."
"Terima kasih, Pak."
"Selesaimi?" Tanyaku setelah Petugas yang mengecek tadi masuk ke ruangan.
"Iye', selesaimi, sekarang boleh pulang."
Alhamdulillaah ... Urusan hari ini dilancarkan.

#Pembelajaran untuk ke depannya lebih hati-hati

Rincian administrasi :
1. Surat Keterangan Kehilangan : Rp.25.000,-
2. Surat Keterangan Kesehatan : Rp.35.000,-
3. SIM + Anti Gores : Rp.200.000,- + Rp.10.000,- = Rp.210.000,-
4.  STNK : Rp.400.000,-
Totally : Rp.670.000,-

#Melawan_Lupa

#Status hari ini ...
Kehilangan yg mengajarkan arti ...
arti perjuangan,
arti kesabaran,
arti ketenangan,
Alhamdulillaah, dapat terselesaikan dgn baik,
Allah yang memudahkan segala urusan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar